Euro 2020 belum berakhir. Baru memasuki babak perempat final. Tapi, gelaran Euro edisi ke-16 ini sudah mencetak rekor tersendiri. Yakni mencatatkan jumlah gol bunuh diri terbanyak sejak gelaran ini berlangsung untuk kali pertama pada 1960.

Sudah terjadi sembilan gol bunuh diri di Euro 2020. Itu lebih banyak enam gol dari yang terjadi di edisi sebelumnya. Yakni Euro 2016 di Prancis. Saat itu hanya terjadi tiga gol bunuh diri sejak babak penyisihan grup hingga final.

Lebih dari itu, sembilan gol bunuh yang tercipta di edisi kali ini sudah menyamai jumlah gol bunuh diri yang tercipta sejak edisi 1976 di Yugoslavia sampai 2016. Meski Euro sudah berlangsung sejak 1960 di Prancis, gol bunuh diri di ajang ini kali pertama memang baru terjadi pada edisi 1976.

Bahkan, sebelum gelaran tahun ini, belum pernah terjadi dalam satu laga di Euro melahirkan dua gol bunuh diri. Tapi, di edisi kali ini hal itu sudah terjadi dua kali. Masing-masing terjadi di laga Portugal kontra Jerman dan duel Slovakia melawan Spanyol. Dua kejadian itu berlangsung di fase grup.

Gelandang Spanyol, Pedri, menjadi pemain terakhir yang mencetak gol bunuh diri. Dia melakukannya dalam duel kontra Kroasia di babak 16 besar (28/6). Untungnya, gol tersebut tidak membuat Spanyol tersingkir karena di akhir laga Spanyol menang 5-3 lewat extra time.

Gol ke gawang sendiri yang ‘’dicetak’’ Pedri tersebut, sejauh ini juga tercatat sebagai gol bunuh diri yang tercetak dari titik paling jauh. Tepatnya 45 meter. Atau yang pertama terjadi dari luar kotak penalti.

Saat itu dia bermaksud melakukan back pass ke kiper Spanyol Unai Simon. Namun, Simon gagal mengontrol umpan Pedri itu dengan sempurna hingga masuk ke gawang sendiri. "Unai memberi pelajaran ke semua orang. Kesalahan adalah bagian dari sepak bola. Dan reaksinya melakukan penyelamatan-penyelamatan hebat setelah berbuat kesalahan menjadi alasan mengapa kami percaya kepadanya," ucap pelatih Spanyol Luis Enrique dilansir AP. (irr/bas)