SAMARINDA–Dua pelaku dugaan pengeroyokan di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, yang menewaskan Jumriansyah (39) pada Minggu (27/6) dini hari, dibekuk.

Kedua pelaku yang kini mendekam di sel Polsek Samarinda Kota itu diringkus beberapa jam setelah melakukan aksi pengeroyokan. "Sudah diamankan dua pelakunya, tapi masih dikembangkan," ungkap Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena, kemarin (29/6). Meski dua pelaku resmi jadi tersangka, perwira menengah melati satu itu enggan membeberkan secara terperinci. Sebab, masih memburu para pelaku lainnya. Disinggung penyebab peristiwa berdarah itu, mantan Kasat Reskrim Polres Kukar itu juga enggan berkomentar. "Nanti ya, tunggu dulu. Masih didalami Polsek Kota juga. Masih dikembangkan dulu peran-peran pelaku," jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo, dua pelaku yang telah diringkus dipastikan turut terlibat dalam aksi penganiayaan yang menewaskan Jumriansyah. Namun, Gulo juga enggan membeberkan identitas dua pelaku guna kelancaran penyelidikan.

Ditanya jumlah pelaku dan penyebab perselisihan, perwira berpangkat balok tiga itu belum bisa menjelaskan rinci. Namun, dari penyelidikan sementara, kedua pelaku yang telah diamankan diketahui tidak terlibat secara langsung dalam awal perselisihan dengan korban.

"Untuk berapa jumlah pelaku masih didalami. Tapi untuk dua pelaku bukan yang berselisih sama korban, yang bermasalah dengan korban juga ternyata tidak ikut mengejar korban saat awal kejadian," ungkapnya.

Dari hasil visum yang dilakukan, luka yang terdapat di tubuh korban bukan dari senjata tajam (sajam). Meski dalam rekaman CCTV yang diperiksa polisi terdapat pelaku yang membawa sajam. Untuk barang bukti yang diamankan ada batu yang digunakan untuk melempar, dan kayu yang digunakan untuk memukul kepala. “Lukanya bukan karena benda tajam, tapi bekas hantaman benda tumpul. Dokter pun mengatakan demikian," jelasnya. (*/dad/dra/k8)