SAMARINDA - Menjadi rumah sakit rujukan di Kaltim, Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) telah bersiap menghadapi lonjakan kasus. Namun, yang jelas rumah sakit akan menangani pasien dalam gejala sedang dan parah alias yang membutuhkan penanganan segera juga intensif. Kekhawatiran lonjakan kasus ini terjadi, karena sejak pertengahan Juni, peningkatan kasus terjadi signifikan.

Direktur Utama (Dirut) RSUD AWS Samarinda, David Harjadi Mashoer menyebutkan bahwa peningkatan yang sangat pesat terjadi hanya dalam kurun waktu 10 hari. Misalnya hingga Senin 28 Januari, jika sebelumnya angka keterisian sempat 18 persen, dalam 10 hari, peningkatan terjadi hingga 52 persen

"52 persen Tempat Tidur (TT) yang terisi di RSUD AW Sjahranie Samarinda meliputi ruang isolasi khusus pasien Covid-19, dan ICU khusus pasien Covid-19," terang David. Pasien yang menjalani perawatan di RSUD AWS Samarinda memiliki kondisi sedang hingga berat. 

Kalau gejalanya ringan, biasanya tidak dirujuk sampai ke RSUD AWS. Meski begitu, saat ini pihaknya menyiapakan ruang rawat khusus pasien Covid-19 sebanyak 61 TT. Namun jumlah tersebut dapat dimaksimalkan lagi jika memang terjadi lonjakan pasien Covid-19 yang cukup drastis. RSUD AWS pun masih bisa menambah 50 TT khusus untuk pasien Covid-19.

Sedangkan tenaga kesehatan (nakes) tambahan yang dipersiapkan menangani Covid-19 pun sudah dipersiapkan dengan matang. Pihaknya bakal melakukan perekrutan bagi nakes yang mengurus pasien Covid-19. Sumbernya dari anggaran biaya tak terduga yang disiapkan. (nyc)