Prokal.co, Tenggarong- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan surat edaran Bupati. Tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam upaya pencegahan dan pengendalian lonjakan kasus Covid-19, terhitung sejak tanggal 26 Juni hingga waktu yang belum ditentukan. Sejumlah tempat keramaian pun diperketat, salah satunya kawasan Central Business District (CBD), Tenggarong.

Untuk menghindari kerumunan, kebijakan pemadaman lampu tematik jembatan Kutai Kartanegara dan lampu hias warna warni di taman kota raja dilakukan selama dua pekan.

Langkah ini juga didukung oleh Anggota DPRD Kukar, Ma'ruf Marjuni, menurutnya, lampu hias tersebut menarik daya minat masyarakat untuk datang berkunjung. Sehingga dikawatirkan banyak yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 selama berada di kawasan tersebut.

"Dengan dimatikannya kedua lampu selama 14 hari, berarti Pemkab Kukar turut mendukung kebijakan dari pemerintah pusat dalam menekan dan mencegah penularan virus," kata Ma'ruf.

Politisi Fraksi Gerindra ini menuturkan, di Kukar saat ini sudah zona hijau dan kuning, artinya terjadi penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Zona seperti ini harus dipertahankan jangan sampai menjadi warna orange bahkan merah.

Disisi lain, Kecamatan Tenggarong bisa dikatakan sebagai acuan kondisi di Kukar sehingga sangat tepat Pemerintah mengambil kebijakan tersebut. "Jika nantinya Tenggarong ternyata jadi zona orange maka imbasnya seluruh kecamatan, hal ini jangan sampai terjadi," tuturnya.

Politisi Partai Gerindra ini pun melihat momentum yang akan dihadapi sebentar lagi yakni Idul adha, yang dikhawatirkan zona nya memburuk. Sebab pemerintah pusat mewanti-wanti yang boleh mengadakan sholat Idul Adha hanya untuk zona hijau maupun kuning.

"Jika berubah zona menjadi orange atau merah ya pemerintah akan melarang diadakan sholat berjamaah di Masjid atau di lapangan terbuka," tutupnya. (ADV/RH)