Rencana tata ruang wilayah (RTRW) Samarinda kembali direvisi. Dalam proses peremajaan landasan pembangunan Samarinda, menemukan kawasan yang sudah tak sesuai peruntukannya.

 

SAMARINDA–Kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) mendapat sorotan dalam pembahasan yang dilakukan (28/6). Sebab, dalam peta tata ruang yang saat ini tengah digarap perubahannya, ada lokasi LP2B yang sudah sesuai peruntukannya. Kawasan pertanian itu ditemukan di daerah yang telah berganti menjadi industri, perumahan, dan permukiman.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, sinkronisasi kawasan akan dilakukan kembali. Sebab, dia menilai kawasan yang sudah tidak sesuai peruntukannya dapat menghambat laju investasi. "Jadi menurut kami perlu di-‘screening’ kembali," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa AH itu menyebut, sejatinya kawasan LP2B seluas 0,1 hektare telah dihapuskan oleh Dinas Pertanian Samarinda. Namun, belum ada sinkronisasi data dengan RTRW. Selain itu, dari pembahasan yang dilakukan, rupanya kawasan LP2B berada di atas tanah bersertifikat yang peruntukannya untuk bidang tertentu.

Tentunya temuan-temuan itu membuat kawasan LP2B tak sejalan dengan RTRW yang ada. Untuk itu, Pemkot Samarinda berencana menyelaraskan kawasan tersebut dengan RTRW, di mana saat ini lahan-lahan pertanian telah banyak berubah. Kendati menyelaraskan fungsi lahan agar tak menghambat laju investasi, lahan pertanian tidak serta-merta dihilangkan.

"Kami harus tetap mempertahankan lahan pertanian, karena itu kaitannya dengan hasil produksi pertanian dan pangan," ungkapnya.

Dalam penyelesaiannya, lanjut AH, tim peta tata ruang wilayah dibentuk. Tim itu diminta untuk menyelesaikan persoalan peta tata ruang dalam sepekan. Dan meminta agar kawasan pertanian mendapatkan porsi yang lebih besar.

Tak berbeda dengan AH, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Hero Mardanus menjelaskan, jika persoalan RTRW masih berkutat dengan penyesuaian kawasan LP2B. Untuk lahan pertanian di bawah 0,1 hektare, dan berada di kawasan lain akan dialihkan fungsikan.

"Mengenai lahan pertanian dengan luasan di bawah 0,1 hektare yang ada pada zona peruntukan lain dicoret," singkatnya. (*/dad/dra/k8)