TANJUNG REDEB - Satuan Tugas (Satgas) Kelurahan Karang Ambun bersama Forum Kecamatan Sehat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke mes perusahaan di wilayahnya. Setelah mengetahui adannya pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isman) di mes tersebut.

Sidak yang turut dihadiri petugas Puskesmas Bugis dan Relawan Gayam Rescue Team (GRT) ini, dilakukan di mes perusahaan yang berada di Jalan Diponegoro I. Lurah Karang Ambun, Arif Mulyono mengatakan, telah berkoordinasi dengan tiga perusahaan terkait yang karyawannya menempati mes tersebut. Karena memerlukan informasi terkait pasien yang menjalani isman.
“Ini ada sedikit kesalahan komunikasi saja,” imbuhnya kepada Berau Post, Minggu (27/8).

Ia menjelaskan, ketika berada di mes, pihak perawat dari manajemen perusahaan mengaku telah melaporkan ke pihak puskesmas. Namun, puskesmas yang dilaporkan merupakan pihak Puskesmas Tanjung Redeb, bukan Puskesmas Bugis. “Karena itu kami beritahu tadi, jika wilayah ini masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Bugis,” katanya.

Selain itu, Arif mengaku kecewa dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, karena tidak berkoordinasi dengan tim satgas kelurahan. Sebab, dari info yang ia dapat, pihak Dinkes sudah mengetahui keberadaan mes tersebut yang dijadikan tempat ismanbagi karyawan perusahaan.

“Jika dia isolasi mandiri di wilayah Kelurahan Karang Ambun, maka akan dirilis di kelurahan kami,” ujarnya. “Kalau untuk karyawan perusahaan. Sepertinya tidak, menyesuaikan dengan KTP masing-masing,” sambungnya. Sementara itu, Perawat Puskesmas Bugis, Abdullah Sani menyarankan agar perlunya pembicaraan tatap muka dan intens antara manajemen mes dengan pihak perusahaan. Sebab, ia melihat koordinasi yang dilakukan benar-benar tidak beraturan.

Hal ini setelah pihaknya menemukan penjaga mes, petugas kebersihan atau cleaning service dan tukang masak tidak mengetahui tempat tersebut merupakan tempat isolasi mandiri. “Ini yang lebih berbahaya, karena mereka bisa kontak dengan pasien langsung,” ungkapnya.

Selain itu, perawat khusus dari salah satu pihak manajemen perusahaan juga merupakan pasien positif yang isolasi mandiri. Karena itu ditegaskannya, agar perawat tersebut tidak bekerja dan fokus menjalani isolasi.

“Cleaning service saja tadi bisa langsung masuk ke kamar dan tidak tahu bahwa perawat tersebut positif,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihaknya pun telah berkoordinasi dan diskusi dengan perusahaan terkait. Agar persoalan tersebut tidak kembali terulang. “Untuk data sementara yang didapat, pasien positif di Mess sebanyak 34 orang, dengan 1 orang dirujuk di Rumah Sakit,” pungkasnya. (*/adf/arp)