Kondisi pelabuhan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy yang berada di Sangkulirang, masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, hingga kini kurang laku dan tak dilirik investor.

 

SANGATTA - Sudah bertahun-tahun pembangunan KIPI Maloy  rampung. Tidak cuma causeway, sejumlah perkantorannya pun telah jadi. Tapi, tidak kunjung fungsional hingga kini. Parahnya, kawasan itu justru jadi spot mancing warga.

Diungkapkan oleh anggota Komisi V DPR RI, Irwan. Menurutnya, pelabuhan itu mestinya bisa digunakan sejak diresmikan oleh bupati dua periode sebelumnya. Mengingat KIPI Maloy merupakan garapan besar yang dapat mengubah harga pangan jadi lebih murah. Maka dari itu, proyek ini menjadi skala prioritas yang mesti diselesaikan.

"Proyek ini mesti difungsionalkan dulu, kondisinya makin karut-marut, terbangun sejak lama tapi tak pernah dipakai," terangnya belum lama ini.

Kata dia, pemerintah daerah mesti proaktif, karena banyaknya biaya yang telah digelontorkan dari APBD. Sehingga, menurutnya orang lokal mesti mampu mengelola dan memanfaatkannya dengan baik,  "Bahkan pembebasan lahan saja didanai dari APBD Kutim dan pekerjaannya APBD Provinsi," terangnya.

Padahal menurutnya APBN pun dapat digelontorkan, hanya saja pemda mesti melengkapi perizinan serta amdal. Setelah itu, maka pemerintah pusat baru memiliki kewenangan untuk memberi anggaran.  "APBN bisa kok digunakan untuk meningkatkan penguatan, bisa juga untuk memenuhi kebutuhan perbaikan pelabuhan," tambahnya.

Bukan hanya itu, bahkan untuk membuat dermaga lebih menjorok ke laut pun, sambung ia, sangatlah bisa. Kata dia, pendanaan sangatlah mudah jika memenuhi persyaratan.

"Apa lagi itu kan masih kurang, apa pun kekurangan fasilitas bisa didanai. Pendanaannya sangat mudah, APBN bisa saja membangun, siapa bilang tidak bisa, itu PSN pasti bisa. Lengkapilah dulu perizinan dan amdal," tegas ia.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, pemerintah daerah mendapat instruksi dari Gubernur Kaltim Isran Noor untuk membebaskan biaya retribusi bagi investor yang akan masuk di wilayah tersebut.

Hanya saja hingga kini kawasan itu tidak dilirik investor, tapi dari pantauan harian ini malah lebih banyak pengunjung yang tiba sekadar untuk memancing. (*/la/ind/k15)