PROKAL.CO,

Industri pariwisata kembali mendapat tekanan. Pelaku usaha di Bumi Etam memproyeksikan kinerja sektor ini di paruh kedua 2021 bakal menurun.

 

BALIKPAPAN- Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Balikpapan Tan Lili mengatakan, pada semester I 2021 lalu sebenarnya kunjungan wisatawan kembali bergairah. Sudah ada pergerakan positif. Namun, naiknya angka positif Covid-19 di Indonesia beberapa hari terakhir berpotensi membuat pariwisata kembali anjlok.

Menurut Tan Lili, pada akhir Mei lalu setelah Idulfitri industri pariwisata sudah mulai bangkit dengan banyaknya pemesanan paket wisata di tingkat lokal. Bahkan sampai pertengahan Juni 2021 masih bagus. Namun, dengan adanya kebijakan pengetatan kembali aktivitas masyarakat, maka secara otomatis langsung kembali turun.

"Sebenarnya, bagus saja kebijakan pemerintah karena untuk mencegah virus corona yang kita sendiri tidak bisa lihat. Langkah ini juga untuk menurunkan jumlah kasus yang terpapar. Kami sangat berharap corona ini segera berakhir," tuturnya, (23/6).

Tercatat olehnya yang sudah memesan perjalanan wisata sekitar 100 paket lebih untuk rute Bali, Jogjakarta dan Balikpapan. Namun karena diterapkan kebijakan pengetatan mobilitas, pemesan memilih menunda waktu berwisatanya. "Tidak sampai membatalkan, hanya menunda," tukasnya.