PROKAL.CO,

Jalur zonasi yang diributkan orangtua siswa pada penerimaan peserta didik baru tahun ini, diprediksi masih terjadi tahun depan. Itu karena pembangunan beberapa gedung sekolah belum dimulai.

 

BALIKPAPAN-Keinginan orangtua menyekolahkan anaknya di sekolah negeri selalu memicu polemik saat pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Tahun ini, dari 12.313 pelajar SD di Balikpapan yang akan melanjutkan pendidikan SMP, hanya 7.600 yang akan diterima di sekolah negeri.

“Hanya 69 persen yang bisa diterima di sekolah negeri. Sisanya 31 persen, harus di sekolah swasta atau di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar),” kata Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin kepada Kaltim Post,Rabu (23/6). Dia menuturkan, kondisi ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali Balikpapan. Tidak semua siswa, khususnya lulusan SD akan ditampung di sekolah negeri. Namun masih terbuka peluang untuk menjalani pendidikan di sekolah swasta.

Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) PPDB tahun ajaran 2021/2022, jumlah rombongan belajar yang disiapkan ada 184. Dalam satu kelas, dibatasi menampung 32 peserta didik. Muhaimin mengatakan, berdasarkan rencana strategis yang telah disusun Disdikbud Balikpapan, memang lulusan SD yang akan diterima di SMP tidak sampai 100 persen. Dari jumlah lulusan setiap tahunnya, Disdikbud membatasi hanya sampai 75 persen.

Pemerintah juga ingin memberi ruang bagi sekolah swasta untuk berperan menampung para siswa yang tidak bisa masuk di sekolah negeri.