PROKAL.CO,

JAKARTA–Pertumbuhan kasus Covid-19 kembali memecahkan rekor baru. Rabu (23/6), jumlah pasien positif corona bertambah 15.308 orang. Situasi yang mengkhawatirkan itu membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pemerintah daerah (pemda) memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Jokowi mengatakan, pemerintah telah menerima banyak masukan terkait kebijakan penanganan Covid-19. Salah satu usulan yang didengar adalah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan lockdown atau karantina wilayah. “Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan Covid-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, sosial, politik, dan pengalaman-pengalaman negara lain,” katanya.

Dia menegaskan, pemerintah telah memutuskan PPKM mikro. Langkah itu dinilai menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19 hingga ke tingkat desa. Sebab, PPKM mikro bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat. “Saya sampaikan bahwa PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama, yaitu membatasi kegiatan masyarakat,” ungkapnya.  

Jokowi meminta agar tidak perlu dipertentangkan antara PPKM mikro atau lockdown. Selain itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta agar PPKM mikro bisa diimplementasikan dengan baik di lapangan.

Dia mengakui, PPKM mikro saat ini belum menyeluruh dan masih sporadis di beberapa tempat. Dia minta kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk serius menegakkan aturan PPKM. “Optimalkan posko-posko Covid-19 yang telah terbentuk di desa atau kelurahan. Fungsi utama posko adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar disiplin 3M dan menguatkan 3T,” ucapnya. 

Jokowi meminta agar vaksinasi Covid-19 terus dilakukan hingga membentuk herd immunity. “Jika sudah ada kesempatan mendapatkan vaksin, segera ambil. Jangan ada yang menolak,” pinta dia. Menurut dia, vaksin merupakan upaya terbaik saat ini. “Saya minta satu hal yang sederhana ini, tinggallah di rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak,” pesan Jokowi.