PROKAL.CO,

SEJAKJembatan Mahakam IV diresmikan 2 Januari 2020, akses keluar-masuk Kota Tepian mengalami perubahan. Jembatan Mahakam yang sebelumnya digunakan dua arah, berubah fungsi, digunakan untuk akses masuk pusat ibu kota Kaltim.

Sayangnya, setahun setelah adanya perubahan arus lalu lintas, fasilitas jalan tak ikut dibenahi. Seperti di simpang tiga Jalan Bung Tomo menuju Jembatan Mahakam. Masih ada median yang berdiri, padahal sudah tak berfungsi sebagaimana mestinya. Median yang berada tepat sebelum masuk jembatan pertama di ibu kota Kaltim itu mengganggu kelancaran lalu lintas. Bahkan menimbulkan risiko kecelakaan ketika malam, terlebih penerangan masih belum maksimal. Penyebabnya tak lain adalah infrastruktur median jalan yang tak langsung dirapikan ketika membangun Jembatan Mahkota IV.

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Vincentius Hari Prabowo menyebut, untuk persoalan itu pihaknya sudah rapat dengan unsur terkait. Sejumlah kesepakatan diperoleh. Antara lain memfungsikan kembali fasilitas putaran balik arah (U-turn) di bawah flyover Jembatan Mahakam di Samarinda Seberang. Namun, media jalan di kawasan tersebut bakal dibongkar. "Jadi sebetulnya sudah dirapatkan dalam forum lalu lintas jalan. Semua hadir termasuk DPUPR Samarinda, dan menyanggupi untuk pembongkaran," ungkapnya.

Meski disepakati sejak akhir tahun, pembongkaran belum terlaksana. Padahal, pembongkaran median bertujuan menaikkan kapasitas simpang Jalan Bung Tomo menuju Samarinda Kota. "Itu memang sudah disepakati untuk dinaikkan, ada dalam notulensi rapat juga kok. Ya mungkin teman-teman di PUPR perlu diingatkan lagi," imbuhnya.

Meski akan ada peningkatan kapasitas simpang, rekayasa lalu lintas tidak akan diubah. Para pengendara tetap mengikuti lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL). "Tetap pakai traffic light, soalnya dari Jalan Bung Tomo itu kan masih ada akses ke Jalan Cipto Mangunkusumo. Kalau dibuat bundaran juga tidak simetris jalannya, tidak efektif. Jadi lebih optimalisasi waktu traffic light dengan volume kendaraan," jelasnya.

Selain di sisi Samarinda Seberang, sisi Samarinda Kota pun akan diperhatikan. Sebab, arus lalu lintas yang mengharuskan pengendara memutar kendaraan di U-turn di Jalan Untung Suropati, selalu menghasilkan kemacetan. "Nanti dibahas lagi rekayasa lalu lintasnya. Sebelumnya kami sudah ada bahas secara intens beberapa opsi. Apakah dibuka simpang yang tutup itu, atau harus memutar di U-turn Jalan Ir Sutami, itu masih dibahas untung ruginya," kunci dia. (*/dad/dra/k8)