PROKAL.CO,

SAMARINDA–Sinyal positif pembukaan aktivitas perdagangan di kawasan Taman Tepian Mahakam, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, mulai terlihat. Setelah rapat bersama tim teknis Selasa (22/6), Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan dua opsi pertimbangan setelah menerima kunjungan audiensi dengan perwakilan pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM), pekan lalu.

Politikus Gerindra itu menyebut, dua opsi yang dibahas pertama adalah menerima aktivitas perdagangan dengan sejumlah pembatasan dan zonasi. Kedua, menolak dengan pertimbangan mengembalikan fungsi kawasan Tepian Mahakam sebagai kawasan hijau. Hasil rapat tersebut pemkot akan melakukan simulasi pembukaan aktivitas di minggu ini, dengan ketentuan zonasi dan pembatasan jumlah pedagang. "Kami minta ada simulasi yang dipimpin wakil wali kota. Hasilnya akan disampaikan dalam rapat lanjutan. Di sana akan diputuskan boleh tidaknya aktivitas perdagangan di Taman Tepian Mahakam," ucapnya.

Pemkot tengah mempertimbangkan untuk relokasi pedagang dalam rangka mengembalikan fungsi kawasan hijau. Terlebih Polresta Samarinda juga menetapkan kawasan tepian sebagai zona zero tolerance, di mana salah satunya tidak boleh ada parkir di badan jalan. "Makanya nanti dalam simulasi akan tergambar di mana wilayah untuk pedagang, di mana wilayah parkir. Opsi sementara untuk parkir akan dipindahkan ke Jalan Gunung Semeru dan Jalan Gunung Merapi. Tetapi itu berlaku hanya untuk malam hari," ucapnya.

Sedangkan rencana relokasi pedagang, pihaknya juga tengah mempertimbangkan kawasan Mahakam River Market (Marimar) di samping Mahakam Lampion Garden (MLG), dan kawasan eks pelabuhan milik Pelindo IV di Jalan Yos Sudarso. Di lokasi kedua, Andi Harun menyebut ada sinyal positif dari perusahaan BUMN itu, namun mengenai bentuk atau model kerja sama belum ada pembahasan lebih lanjut. "Kemungkinan Juli mendatang kami akan berkomunikasi lebih lanjut soal itu," singkatnya.

Sementara itu, terkait teknis pelaksanaan simulasi, Kepala Satpol PP Samarinda Darham mengatakan satu sampai dua hari ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan IPTM. Khusus Tepian Mahakam, simulasi rencana hanya 30 pedagang. Sedangkan sisanya akan coba disebarkan ke zona lain, baik itu di Marimar atau area pelabuhan. "Minggu ini simulasi akan dilakukan, sehingga minggu depan atau awal Juli wali kota memutuskan boleh tidaknya pembukaan aktivitas perdagangan di Tepian Mahakam," kuncinya. (dns/dra/k8)