PROKAL.CO,

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi berjalan sejak 2018. Namun, selama proses penerimaan peserta didik baru, terdapat kendala yang dihadapi.

 

SAMARINDA–Sistem yang diberlakukan dengan Peraturan Mendikbud Nomor 51/2018 bertujuan baik. Ingin menghapus pandangan sekolah favorit dan non-favorit, serta menyetarakan seluruh sekolah.

Namun, berjalannya sistem zonasi kerap diiringi keluhan orangtua murid. Beberapa siswa harus susah payah mencari sekolah. Biasanya karena kuota di sekolah terdekat sudah terpenuhi.

Untuk diketahui, tahun ajaran 2021 pendaftaran tingkat sekolah dasar (SD) telah selesai dilakukan. Pengumuman juga telah dilakukan kemarin (21/6). Untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) jalur afirmasi, perpindahan tugas dan prestasi berlangsung 17–19 Juni lalu, sedangkan sistem zonasi dimulai mulai 23–26 Juni.

Terkait masalah PPDB, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Asli Nuryadin mengatakan kurang pahamnya cara mendaftarkan dengan sistem online dan pemilihan sekolah, menjadi permasalahan yang kerap dihadapi. Masalah jaringan juga menjadi kendala lainnya yang kerap dihadapi. "Kendala pasti ada. Masalah klasik aja, misalnya ada orangtua yang enggak paham, itu dibantu di sekolah. Ada juga masalah yang daftar di dua sekolah, padahal itu enggak bisa, datanya jadi dobel," jelasnya.