PROKAL.CO,

BALIKPAPAN-Siaran televisi analog akan dihentikan secara bertahap mulai 17 Agustus nanti. Kaltim menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam program migrasi siaran analog ke digital atau lebih dikenal dengan analog switch off (ASO). Migrasi ini akan dimulai di Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Bontang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal menerangkan, masyarakat Kaltim tidak terlalu terpengaruh dengan pelaksanaan ASO tahap pertama ini. Sebelumnya, migrasi ke televisi digital sempat disampaikan akan dilaksanakan pada 30 Juni. Dengan 12 provinsi pada tahap pertama ini. Namun, mundur menjadi 17 Agustus mendatang. Pemerintah menargetkan migrasi televisi digital akan tuntas pada 2 November 2022. “Jadi kalau sekarang mundur, aman-aman saja. Karena, kami sudah memanggil beberapa televisi lokal. Dan mereka semua siap untuk itu (ASO),” katanya kepada Kaltim Post.

Untuk wilayah Kaltim sendiri, terbagi atas dua zona. Yakni Kaltim 1 meliputi Samarinda, Kukar, dan Bontang. Sementara Kaltim 2, Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Kaltim 2 akan melaksanakan ASO tahap dua, yang dilaksanakan pada  31 Desember 2021. “Di Bontang ada 2 televisi, mereka sudah siap secara teknologi, baik hardware dan software. Bahkan sampai ke set top box (STB)-nya, mereka siap untuk dibagikan,” ungkap Faisal.

Syarat menikmati siaran televisi digital adalah harus memiliki smart tv. Akan tetapi, jika belum memiliki, maka perlu menambahkan STB atau set top boxyang merupakan alat untuk mengonversi sinyal digital, menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di tv analog biasa. Alat tersebut, dijual di pasaran dengan harga berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per unitnya.

“Nah ini yang harus kami sosialisasikan lebih banyak kepada masyarakat. Kalau melihat kondisinya sih, harusnya enggak masalah. Karena sudah banyak yang menggunakan tv kabel. Dengan biaya Rp 45 ribu sebulan. Tapi ini (STB) dipakai seumur hidup,” ujarnya. Faisal menuturkan Diskominfo tidak menjanjikan untuk membantu pengadaan STB untuk masyarakat yang masih memiliki TV analog ini. Akan tetapi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pernah menjanjikan, akan memberikan kuota STB kepada daerah yang melaksanakan ASO ini.

 “Jadi semacam CSR (corporate social responsibility)-nya lah. Tapi, sampai sekarang belum ada informasi selanjutnya,” terang dia.  Dirjen Penyelenggaran Pos dan Informatika Kemenkominfo Prof Ahmad M Ramli dalam webinar dengan tema “5G dan Masyarakat Cerdas Bertelekomunikasi” menyebut salah satu keunggulan migrasi ke siaran televisi digital adalah kualitas gambar yang lebih jernih. Ketimbang kualitas gambar pada siaran tv analog. “TV digital jauh lebih jernih, lebih canggih, dan ditonton lebih enak. Fiturnya juga lebih baik.” katanya di kanal YoutubeKemkominfo TV, yang diunggah Jumat (18/6) lalu.