PROKAL.CO,

JAKARTA-Selama beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia terus naik. Organisasi profesi kedokteran berharap pemerintah bergerak cepat. Jika tidak, bisa jadi kasus seperti di India. Adanya varian baru seperti Delta dari India, harus disikapi serius. Apalagi varian ini sudah ditemukan di Indonesia.

Padahal, jenis B.1617.2 ini mudah sekali menular dan memengaruhi keparahan mereka yang terinfeksi. Spesialis paru Erlina Burhan mengungkapkan, di Jakarta kapasitas tempat tidur sudah lebih dari 70 persen. Untuk ruang perawatan biasa, 84 persen kapasitas tempat tidurnya sudah terisi. Sementara ICU, kapasitasnya tinggal 26 persen. Ini sangat mengkhawatirkan.

"Untuk daerah saya kira lebih tinggi lagi angkanya karena kapasitasnya lebih kurang dari Jakarta," ucapnya kemarin (18/6). Menurutnya, PPKM secara luas harus diberlakukan. Dia berkaca pada Januari lalu yang diterapkan PPKM secara meluas di Jawa, ada penurunan kasus di Februari. "Namun, wisata dibuka, mobilitas manusia terjadi, maka kasusnya di Juni ini meningkat tajam," ungkap Erlina.

PPKM yang dilakukan sporadis membuat permasalahan. Sebab, penyebaran virus tak melihat perbedaan wilayah. Artinya, jika ada mobilitas manusia, ada risiko penularan virus. "PPKM juga harus dipastikan implementasinya sesuai," katanya. Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi juga mengkritisi PPKM mikro yang dilakukan pemerintah saat ini. Pembatasan harus dilakukan menyeluruh yang akan mengurangi transmisi Covid-19. 

Dalam penerapan ketat, diberlakukan sedikitnya dua minggu. Kemudian dilakukan evaluasi. "Kalau masih belum mengurangi kasus, diperpanjang lagi," tutur Agus. Penerapan PPKM secara menyeluruh bukan hal baru. Agus mengingatkan bahwa sebelumnya pernah ada kebijakan adanya PSBB dan terbukti menurunkan kasus. Di Kudus, Agus mengatakan, dari sampel yang diperiksa 70 persen merupakan varian Delta. Yang sudah ditemukan ada 28 kasus.

Jadi, perlu evaluasi apakah peningkatan kasus ini karena varian Delta. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia Isman Firdaus mengatakan, peningkatan pertambahan kasus Covid-19 yang dalam dua hingga tiga hari terakhir dapat dikelompokkan dalam kondisi sangat akut. Ini berarti virusnya lebih mudah menular. "Padahal sekarang sudah banyak yang pakai masker, dulu tidak. Nah, ini yang perlu dicurigai," bebernya. Dia meminta agar dilakukan penarikan rem.