PROKAL.CO,

Jika tidak diterima, siswa yang sudah mendaftar satu kali melalui PPDB daring pada jalur zonasi, maka tidak bisa lagi mendaftar di sekolah lain.

 

BALIKPAPAN-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) selalu memunculkan masalah setiap tahunnya. Mulai pendaftaran yang dilaksanakan secara daring hingga mekanisme seleksi dengan sistem zonasi. Cara ini dinilai memunculkan ketidakadilan bagi calon siswa yang berdomisili jauh dari sekolah.

Tahun ini, pelaksanaan PPDB untuk jenjang pendidikan SMA/SMK berlangsung pada 15–18 Juni sedangkan jenjang pendidikan SD dan SMP, mulai 17–25 Juni. Sistem pendaftarannya dilaksanakan secara daring (online). Melihat permasalahan yang terjadi setiap pelaksanaan PPDB setiap tahunnya itu, Perkumpulan Sentra Program Pemberdayaan dan Kemitraan Lingkungan (Stabil) membentuk Koalisi Gabungan Masyarakat Sipil.

 Mereka membuka layanan PPDB online secara independen. Layanan konsultasi dan bantuan teknis itu dikhususkan kepada orangtua siswa yang kesulitan mengikuti prosedur pendaftaran PPDB secara daring. Koordinator Koalisi Gabungan Masyarakat Sipil Hery Sunaryo mengungkapkan, ada beberapa persoalan pada proses PPDB tahun ini.

Di antaranya, pengaturan penerimaan siswa secara daring. Yang membuat orangtua siswa kesulitan dalam memindai dan mengunggah dokumen persyaratan. Belum lagi, persoalan mengenai pendaftaran yang hanya dilakukan satu kali saat mendaftar berbasis zonasi. “Ada juga masyarakat yang mengeluhkan anaknya nilainya tinggi, tapi karena rumahnya jauh dari sekolah, akhirnya kesulitan untuk mendapatkan sekolah,” katanya kepada Kaltim Post,Jumat (18/6).