PROKAL.CO,

Junta militer melarang tim hukum memberikan bantuan uang untuk pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi. Dalam sidang di Naypyitaw, Senin (7/6), Suu Kyi mengatakan kepada tim hukumnya bahwa dia butuh uang tunai untuk membeli makanan, obat-obatan, serta kebutuhan sehari-hari lainnya selama menjadi tahanan junta.

Hal itu disampaikan salah satu anggota tim hukum Suu Kyi, U Kyi Min, Rabu (16/6). Tim hukum Suu Kyi mengirim 5 juta kyat atau sekitar Rp 43 juta melalui polisi.

Namun, saat sidang di pengadilan baru-baru ini, polisi mengembalikan uang ke tim hukum dan mengatakan bantuan uang kas untuk penasihat negara itu tak diizinkan junta.

"Polisi mengembalikan uang. Faktanya Daw Aung San Suu Kyi hanya tertuduh bukan seorang tahanan. Dia tidak hukum atas tindakan kriminal. Saya bilang ke polisi bahwa saya akan meminta izin secara resmi melalui surat untuk mengirim uang," ujar U kyi Win mengutip The Irrawaddy.

Tim hukum juga mengirim makanan termasuk nasi dan minyak goreng pada 8 Juni via polisi ke pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) itu.

Namun, tampaknya ada keterlambatan saat pengiriman paket makanan ke Suu Kyi. Dia mengatakan kepada pengacaranya beberapa barang mudah rusak, termasuk roti yang telah berjamur.