PROKAL.CO,

JENEWA – Hubungan Amerika Serikat-Rusia sedikit membaik. Meski, tak benar-benar normal. Dalam pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Jenewa, Swiss, Rabu (16/6), mereka menyepakati beberapa hal. Di antaranya, tentang duta besar dua negara, kontrol senjata, dan keamanan siber.

Diskusi yang diselenggarakan di Villa La Grange itu berlangsung kurang dari 4 jam. Sebelumnya, pertemuan tersebut diperkirakan bakal berjalan lima jam. Putin menyebut, Biden sebagai sosok yang konstruktif dan berpengalaman. Namun, pembicaraan yang mereka lakukan bukan seperti dua sahabat. Melainkan hanya dialog pragmatis tentang kepentingan dua negara.

Putin dan Biden menggelar konferensi pers secara terpisah. Pun tidak ada undangan kunjungan ke Moskow maupun Washington. ’’Sulit mengatakan apakah hubungan dengan AS akan membaik, tapi sekilas ada harapan terkait rasa saling percaya,’’ ujar Putin seperti dikutip Al Jazeera.

Suasana dialog tersebut berbeda dengan saat Putin bertemu mantan Presiden AS Donald Trump di Helsinki, Finlandia. Saat itu Putin memberi Trump kenang-kenangan sebuah bola sepak. Mereka juga menggelar konferensi pers bersama.

Di lain pihak, Biden menegaskan hanya memaparkan kepentingan AS. Salah satunya, keamanan siber. Washington akan merespons dengan tegas jika Moskow berulah. Mei lalu sistem Colonial Pipeline Co mengalami serangan siber selama beberapa hari. Imbasnya, jutaan barel bensin, solar, dan bahan bakar jet dari pantai wilayah teluk tidak bisa mengalir ke pantai timur AS.

Rusia pun dituding sebagai dalang di balik serangan siber dalam pemilu AS 2016 dan 2020. Rusia di lain pihak juga mengklaim sering mendapatkan serangan siber dari AS. Biden juga membahas soal tokoh oposisi Rusia yang kini dipenjara Alexei Navalny dan imbasnya jika dia sampai meninggal. ’’Saya tegaskan padanya konsekuensinya bakal luar bisa besar bagi Rusia,’’ tegas Biden seperti dikutip CNN.