SAMARINDA - Rektor Universitas Mulawarman Prof Dr Masjaya mengajak Mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mulai 21 Juni 2021 dapat menciptakan desa tangguh penyangga Ibu Kota Negara (IKN). 

Harapan ini disampaikannya saat melepas 2.450 mahasiswa KKN dengan serah terima kepada Gubernur Kaltim Isran Noor melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kaltim Syirajuddin di Gedung Unmul Hub, Kamis (17/6/2021). 

"Kita harus membuktikan harapan menciptakan desa tangguh penyangga IKN menjadi satu sasaran yang harus terwujud. Oleh karena itu semua pihak harus terlibat. Perlu kesabaran keikhlasan dan komitmen anak-anakku (mahasiswa) sekalian untuk membuktikan itu," jelas Masjaya. 

Masjaya menambahkan prioritas yang dilaksanakan mahasiswa KKN Unmul yaitu membuat karya kreasi yang bermanfaat kepada masyarakat. Dengan saling kerjasama antar mahasiswa dari berbagai program studi. 

"Salah satu indikator utama mapping nya itu bagaimana memberikan prioritas (membuat karya) kepada kebutuhan masyarakat di desa itu, di lokasi dan Kecamatan. Kita juga mendorong agar KKN ini tidak bertumpu satu prodi atau satu fakultas saja tetapi memasukan (keunggulan) ada lingkungan sekitarnya," kata Masjaya. 

Beberapa desa tangguh penyangga IKN yang hendak diwujudkan oleh mahasiswa Unmul yaitu desa tangguh ekonomi, tangguh kesehatan, tangguh bencana, tangguh pendidikan dan tangguh IT (Informasi Teknologi). 

Sementara itu, Ketua KKN, Kiswanto, Ph.D menjelaskan masa pandemi Covid-19 KKN kali ini dilaksanakan dengan meniadakan mobilisasi mahasiswa antar Kabupaten Kota dan tidak ada yang berpindah dengan menginap. 

"Misalnya kalau mahasiswa di Samarinda dan KKN nya di Balikpapan, kita paksakan KKN melaui online. Meskipun dua Kota ini dekat. Begitu juga di daerah lainnya. Karena kita tidak mau jadi agen penyebaran COVID-19," jelas Kiswanto. 

Kiswanto menegaskan mahasiswa KKN tidak bertugas utama membuat papan nama jalan atau gapura seperti tahun sebelumnya. Tetapi, lebih dulu diminta identifikasi masalah di desa melalui diskusi bersama masyarakat dan aparatur. 

"Saya minta adik-adik mahasiswa KKN untuk diskripsikan potensi desa yang belum diasah. Seperti ada potensi pangan, maka didorong untuk desa tangguh pangan," katanya. 

Terpisah, Syirajuddin mengungkapkan saat ini desa-desa di Kaltim masih mengalami ketertinggalan dunia IT dan tingginya kasus penyakit TBC (Tuberkulosis) dibutuhkan bantuan dari mahasiswa KKN. 

Untuk itu, Kiswanto menanggapinya pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut dengan pemerintah untuk peroleh data masalah dihadapi masyarakat desa. Agar menjadi bahan untuk bimbingan mahasiswa KKN. (myn)