ASOSIASI Kabupaten (Askab) PSSI Kukar menjadi salah satu daerah yang serius menyiapkan kekuatan jelang bergulirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Berau 2022. Itu terbukti dengan terselenggaranya Seleksi Daerah U-20 yang melibatkan 18 Kecamatan.

Ardinansyah selaku ketua Askab Kukar memiliki cita-cita membangun skuat Porprov yang solid dengan materi putra daerah. Haji Nan—sapaan karib Ardinansyah mengatakan, dirinya mengharamkan atlet mutasi di edisi Porprov kali ini.

Dia melihat pemain lokal Kukar memiliki kemampuan mumpuni. Hanya saja selama ini mereka kurang mendapatkan kesempatan. Untuk itulah selekda digagas untuk menjemput bakat di pelosok Kukar.

“Ibaratnya kita ini blusukan ke kecamatan yang ada di Kukar. Harapannya bisa memberi kesempatan pemain di pelosok untuk mewujudkan mimpi mereka bermain  di level yang lebih tinggi,” ungkap Haji Nan.

Fahmi Yusuf SE Msi, salah satu anggota komite eksekutif Askab PSSI Kukar kepada harian ini menjelaskan, pencarian pemain oleh askab dilakukan dengan menggelar turnamen di 18 kecamatan di Kukar.

“Kami memetakan pencarian ini lewat 6 zona. Jadi setiap kecamatan menggelar turnamen dengan pemain U-20 dan harus pemain lokal. Tercatat ada 360 pemain kami pantau dan di setiap pertandingan di sebuah kecamatan, kami menurunkan 2 talent scouting untuk memantau pemain pilihan,” ujar mantan manajer Mitra Kukar tersebut.

Blusukan ala Askab Kukar ini sendiri sudah berlangsung sejak Mei lalu. Nantinya tim yang lolos di setiap kecamatan, kembali bertemu dalam babak 6 besar hingga ke partai puncak pada 27 Juni mendatang. 

Dan setelah seleksi pencarian pemain ini usai, dikatakan Fahmi, Askab PSSI Kukar juga akan mengadakan Kompetisi Liga 1, dimana regulasinya setiap tim kembali harus memainkan pemain U-20. 

Dijelaskan Fahmi, perhelatan Porprov di Berau yang tinggal setahun lagi, harus dimaksimalkan dengan membentuk tim Kukar dengan materi pemain lokal. Kukar lanjutnya, berusaha mengembangkan bakat pemain di setiap kecamatan yang selama ini sangat jarang terpantau.

“Makanya kami memberlakukan regulasi pemain harus berusia 20 tahun. Karena di Porprov nanti regulasi tersebut yang digunakan. Kami akan sangat bangga jika Kukar turun dengan materi pemain lokal hasil pencarian bakat kami. Apalagi kalau kami bisa meraih medali di Porprov nanti,” terang Fahmi. 

Sementara itu Ketua Asprov PSSI Kaltim, Yunus Nusi yang juga Sekjen PSSI Pusat mengatakan, apa yang dilakukan Askab PSSI Kukar adalah langkah positif yang bisa ditiru daerah lain di Kaltim.

“Di Kaltim banyak sekali pemain muda berbakat. Jadi dengan adanya blusukan seperti dilakukan PSSI Kukar, saya yakin talenta pemain muda nantinya akan terlihat. Saya sangat senang dengan apa yang dilakukan PSSI Kukar, karena mereka ingin menggali potensi pemain muda mereka,” ujar Yunus singkat. (don)