SANGATTA –  Berawal dari sosial media (sosmed), gadis berinisial SM (18), direnggut kesuciannya oleh MSN (23). Janji temu keduanya berakhir dengan aksi perkosa oleh MSN yang dilakukan di semak-semak di Jl KH Abdullah (Jalan Kenyamukan), pekan lalu (9/6). Aksi bejat tersebut terjadi pukul 23.30 Wita.

Pelaku melancarkan aksi bejatnya dengan modus ingin membawa korban ke rumahnya untuk dikenalkan dengan orang tuanya. Hingga akhirnya korban pun menyetujui ajakan pelaku. Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko mengatakan, pelaku memberitahu korban bahwa di rumahnya sedang ada acara makan-makan.

“Korban diajak ke rumahnya melalui Facebook. Modusnya akan diperkenalkan dengan orang tua pelaku. Korban bersedia datang setelah selesai bekerja,” ujarnya.

Welly melanjutkan, pelaku berdalih bahwa korban akan dijemput oleh adiknya. Sehingga, pada pukul 23.30 Wita, pelaku menjemput korban di tempat kerjanya. MSN sempat membawa korban keliling-keliling di Jalan Kenyamukan. Melihat kondisi jalan sepi dan gelap, pelaku kemudian berhenti di pinggir jalan.

“Setelah turun dari sepeda motor, tangan korban langsung diikat menggunakan lakban warna hitam. Memang sudah disediakan sama pelaku,” ungkapnya.

Setelah itu, pelaku membawa korban masuk ke salah satu gang. Korban yang mengetahui dirinya dalam bahaya, langsung melompat dari atas motor dan berusaha melarikan diri. Kemudian pelaku kembali mengikat tangan korban ke belakang lantaran ikatan pertama berhasil dilepas korban.

“Pelaku menutup mata korban menggunakan kain. Korban direbahkan dan pelaku langsung menyetubuhi korban. Korban ditinggalkan di tempat kejadian dan membawa tas korban yang di dalamnya terdapat barang-barang milik korban. Motifnya memang ingin memuaskan nafsu,” paparnya.

Kini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Kutim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. MSN bakal dikenakan pasal 285 KUHP dan Pasal 365 KUHP, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara, dan tindakan pencurian dengan kekerasan ancaman sembilan tahun penjara. (dq/ind)