PROKAL.CO,

Pindahnya ibu kota negara ke Kaltim bakal meningkatkan mobilisasi barang dan orang. Perbaikan infrastruktur antardaerah mesti terus diperhatikan.

 

SAMARINDA – Pemerintah terus mengupayakan perbaikan jalan menuju Kutai Barat. Apalagi Kutai Barat nantinya bakal berbatasan langsung dengan lokasi ibu kota negara (IKN) yang baru. Sebab itu, peningkatan infrastruktur di kawasan tersebut juga dinilai sangat penting. Apalagi masih ada proyek mangkrak seperti Jembatan Tering yang tak kunjung rampung.

Saat ini, untuk ke Kutai Barat dari Samarinda, pemerintah tengah melakukan proyek multiyears contract yang dimulai sejak Januari 2021, berupa peningkatan jalan. Legislator DPRD Kaltim dapil Kubar-Mahulu Ekti Immanuel pun rutin mengecek progres pembangunan jalan. "Saya hampir tiap bulan bolak-balik. Progresnya sudah 30 persen," jelasnya.

Selain itu, tahun ini pemerintah berniat melanjutkan pembangunan Jembatan Tering. Ekti berharap, pembangunan ini bisa maksimal dan segera. Pasalnya, banyak masyarakat yang bakal merasakan manfaat jembatan itu. "Setidaknya ada dua kecamatan yang merasakan manfaatnya langsung," imbuhnya.

Apalagi dengan adanya IKN, mobilitas masyarakat akan semakin tinggi, sehingga kebutuhan jembatan juga tinggi. Jembatan ini pun sebenarnya sudah dibangun sejak 2002. Namun, tak kunjung selesai hampir dua dekade kemudian. Komisi III DPRD Kaltim pun berusaha agar pembangunan bisa dimasukkan dalam anggaran provinsi segera.