PROKAL.CO,

SAMARINDA-Friksi antara Yayasan Melati dengan SMA 10 Samarinda sepertinya belum akan mereda dalam waktu dekat. Apalagi, Komisi IV DPRD Kaltim menyatakan jika gedung baru SMA 10 Samarinda di Jalan Perjuangan, belum siap ditempati. Sehingga, kegiatan siswa untuk sementara semestinya masih di gedung lama di Jalan HAMM Rifaddin.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya'qub. Dirinya telah mengecek kondisi gedung baru SMA 10 Samarinda. Dari pengecekan itu, dia menyimpulkan jika untuk saat ini memang gedung itu belum layak ditempati untuk kegiatan belajar. Untuk mencari jalan tengah dari kekisruhan antara yayasan dengan pihak sekolah, kemarin (8/6) Komisi IV DPRD Kaltim menggelar rapat dengar pendapat (RDP). Dalam RDP itu, Komisi IV DPRD Kaltim mendengar pendapat dari Komite SMA 10, ikatan alumni, serta tokoh masyarakat yang ada di lingkungan sekolah di SMA 10 Samarinda.

Dari RDP itu, Rusman mendapat informasi bahwa pihak Komite SMA 10 meminta agar penerimaan peserta didik baru (PPDB) tetap berjalan. "Mereka meminta agar SMA 10 Samarinda tidak dipindah hingga pemerintah benar-benar menyiapkan fasilitas yang memadai," terangnya. Sedangkan, persoalan gubernur yang ingin menyerahkan hibah aset pemerintah kepada pihak manapun memang kewenangannya. Akan tetapi, harus sesuai mekanisme yang telah ada.

"Masalah yang dipersoalkan saat ini ialah bagaimana kepentingan masyarakat yang ada di SMA 10 harus diperhatikan," ucap politikus PPP ini.

Mengenai disposisi Gubernur Kaltim Isran Noor tertanggal 3 Mei 2021 yang meminta  SMA 10 Samarinda untuk dipindah ke gedung di Jalan Perjuangan, Rusman enggan mengomentari. Hal yang pihaknya persoalkan adalah, dalam situasi gedung baru yang belum layak ditempati, yayasan meminta pihak SMA 10 Samarinda pindah. "Dan yang menyuruh adalah yayasan, bukan Pemprov Kaltim dalam hal ini Dinas Pendidikan Kaltim," katanya.

Untuk meluruskan persoalan ini, Komisi IV DPRD Kaltim akan mengundang Dinas Pendidikan Kaltim, Biro Hukum Pemprov, BPKAD Kaltim dan asisten provinsi yang membidangi dalam lanjutan RDP hari ini (9/6). Sementara itu, kepada pewarta Ketua Komite SMA 10 Samarinda Ridwan Tasa mengungkapkan, lahan SMA 10 Samarinda belum pernah dihibahkan kepada yayasan. Sepengetahuannya, DPRD Kaltim belum membahas hal itu. Sehingga menurutnya, lahan yang ada di Jalan HAMM Rifaddin merupakan aset Pemprov Kaltim.