PROKAL.CO,

BALIKPAPAN-Aktivitas terselubung angkutan batu bara yang menggunakan jalan umum sepertinya sudah menjadi pemandangan biasa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kinerja aparat pemerintah maupun penegak hukum dalam melakukan pengawasan dan penindakan pun dipertanyakan. Sebab, kegiatan tersebut telah merusak jalan umum. Teranyar, jalan poros Samarinda-Bontang babak belur.

Tumpahan batu bara dari sebuah truk yang terbalik di jalan poros Samarinda-Bontang, tepatnya di Kecamatan Marangkayu, Kukar menjadi bukti jika aktivitas terselubung itu masih ada. Jalan umum yang digunakan masyarakat berubah jadi hauling batu bara. Kepada Kaltim Post, Camat Marangkayu Rekson Simanjuntak mengatakan, saat ini sejumlah jalan-jalan desa sudah kerap dilintasi truk-truk pengangkut batu bara. Di antaranya Desa Santan Ulu, Sebuntal hingga Tanah Datar.

Sementara itu, Camat Muara Badak Arpan mengakui aktivitas pengupasan lahan di sekitar Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak berkontribusi pada kerusakan jalan poros. Pembuangan aliran air yang tidak tertata membuat aliran air menghantam badan jalan. Rusaknya jalan poros Samarinda-Bontang di Desa Tanah Datar, selama ini disebabkan aktivitas galian tambang dan angkutan batu bara, serta pematangan lahan untuk keperluan perumahan.

Arpan berharap ada langkah konkret dari aparat untuk menertibkan pelbagai aktivitas yang memicu rusaknya jalan poros Samarinda-Bontang di Desa Tanah Datar. "Saat ini, saluran airnya sudah mulai diperbaiki juga. Sehingga, pembuangan airnya menjadi lebih baik. Kabarnya jalan tersebut sudah mulai persiapan lelang," katanya.

Kendaraan pengangkut material pertambangan tidak diperkenankan untuk melintasi jalan umum. Menurut ketentuan yang berlaku, pemegang izin usaha pertambangan (IUP) harus membangun jalan khusus untuk kegiatan mobilisasi material batu bara. Sehingga angkutan batu bara tidak memakan” jalan umum yang merugikan pengendara sepeda motor, angkutan umum dan logistik.

Ketentuan yang dimaksud diatur dalam Pasal 91 UU 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Pemegang IUP diminta membangun akses khusus pertambangan atau dapat bekerja sama dengan pemegang IUP lain. Inilah yang akan kami kedepankan. Bahwa kegiatan pengangkutan batu bara dilakukan di jalan pertambangan milik sendiri atau jalan pertambangan yang bekerja sama dengan pemilik IUP,” kata Analis Kebijakan Ahli Madya Ditjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Dodik Ariyanto, pada focus group discussion (FGD) Strategi Kebijakan Penanganan Kerusakan Jalan Akibat Kegiatan Pertambangan di Hotel Platinum, kemarin.