PROKAL.CO,

Keinginan Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk mengejar prestisius dengan membangun terowongan di kaki Gunung Steling, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, bakal menghadapi persoalan besar.

 

SAMARINDADalam dokumen rencana penanggulangan bencana (RPB) yang tengah disusun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, kawasan tersebut masuk zona merah bencana tanah longsor. Perlu kajian mendalam untuk menyukseskan proyek besar tersebut, apalagi telah berdiri permukiman padat sejak dulu.

Plt Kepala BPBD Samarinda Wahiduddin mengatakan, dalam penyusunan RPB, ada tiga kategori prioritas yang ditangani, yakni banjir, longsor, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Alasannya intensitas peluang terjadi bencana tersebut di Kota Tepian cukup tinggi, dan berdurasi lama. Seperti di 2020, terdapat 17 titik longsor yang terdata, sehingga perlu menjadi perhatian khusus terutama daerah Gunung Steling, Bukit Suryanata, dan beberapa titik di Palaran, masuk zona merah.

"Karena itu bencana alam, manusia tidak bisa mengatur alam, makanya dilakukan sosialisasi terus-menerus tentang bahaya potensi longsor," ucapnya, Selasa (8/6).