PROKAL.CO,

SAMARINDAGambaran aksi Supiansyah (45) yang diduga menghabisi nyawa Heru Bambang (26) pada 12 April lalu di Jalan Gunung Lingai, Gang Rahman, RT 22, Kecamatan Sungai Pinang, diperlihatkan jelas.

Reka adegan yang digelar di halaman belakang Polsek Sungai Pinang kemarin (8/6) melakukan 17 adegan. "Rekonstruksi itu digelar untuk menggambarkan sebenar-benarnya kejadian yang terjadi, seperti apa waktu kejadian," ucap Wakapolsek Sungai Pinang AKP Budiharso.

Reka adegan dimulai cekcok pelaku dengan korban, sampai Supiansyah menghunuskan senjata tajam jenis badik sepanjang 20 cm, lantas kabur. Sebelum menghabisi nyawa korban, saat pelaku memperagakan adegan ke-13, Roni Purwanto selaku saksi utama sempat mencoba melerai.

Memeluk tubuh Supiansyah dan mencoba menahan tusukan yang dihujamkan ke perut kiri Heru, sembari meminta untuk melepaskan pisau yang digenggam. Namun, emosi yang sudah kepalang tanggung, membuat Supiansyah tak lagi memedulikan yang lain. Hingga korbannya tersungkur bersimbah darah.

"Kesimpulannya, adegan rekonstruksi itu berjalan sesuai yang direncanakan dan pasal yang disangkakan. Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara," jelasnya.

Sementara itu, Roy Hendrayanto yang ditunjuk negara menjadi pengacara tersangka menilai pasal yang disangkakan tidak tepat. "Saya sebagai pengacara yang ditunjuk untuk dampingi pelaku. Saya akan gunakan teori kausalitas. Dia memang bersalah, tapi kalau Pasal 338 saya tidak setuju. Tepatnya Pasal 351 Ayat 3. Dia merasa terancam mungkin itu jadi dasar tindakannya. Nanti kami sampaikan di pengadilan soal teori itu, yang lebih menggambarkan sebab akibat dari satu kasus," jelasnya.