PROKAL.CO,

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan secara bertahap terus melakukan vaksinasi kepada guru dan tenaga kependidikan. Rencana pemerintah pusat, vaksinasi bagi tenaga pendidik sebagai persiapan pembelajaran tatap muka (PTM).
 
Sehingga ketika PTM berjalan, siswa sudah mendapat perlindungan. Salah satu upayanya dari guru yang telah menjalani vaksinasi. Sejauh ini, pelaksanaan vaksinasi guru di Kota Minyak sudah mencapai 98 persen atau 9.589 orang. Ada pun total target vaksinasi sebanyak 10.232 guru. 
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Muhaimin menuturkan, saat ini guru dan tenaga kependidikan yang belum menjalani vaksinasi tersisa sekitar 600 orang. Mereka masih menunggu giliran, ketika stok dosis sudah tiba lagi dari pemerintah pusat.
 
Rencananya vaksinasi akan kembali berlanjut dalam pekan ini. “Herd immunity guru sudah mencapai 100 persen. Ini lebih dari yang syarat dari pusat hanya 75 persen,” tuturnya. Artinya Balikpapan sudah dianggap siap melaksanakan PTM pada Juli yakni tahun ajaran baru 2021/2022.
 
Muhaimin menjelaskan, teknisnya nanti tidak seluruh siswa langsung mengikuti PTM. Mengikuti instruksi dari Kemendikbud, saat guru sudah mendapat vaksin maka PTM dilakukan secara bertahap. Pihaknya sudah lebih dulu menyebarkan angket untuk meminta persetujuan orangtua. Melihat respons mereka untuk rencana PTM.
 
“Nanti Juli, kita berikan angket lagi untuk orangtua. Tahun ajaran baru yang mau daring tetap daring. Mereka ingin PTM bisa PTM,” katanya. Dia mengakui, kini masih banyak orangtua yang khawatir untuk PTM. Padahal angka kasus mulai melandai dan virus sudah mendapat vaksin.
 
Sehingga pihaknya masih memberikan pilihan kepada orangtua melalui angket. Jika hasilnya masih 50:50, maka akan dilakukan sistem kombinasi. “Tidak mungkin kalau diisi satu kelas 30 orang. Paling banyak 50 persen dari kapasitas kelas. Maksimal hanya 15 anak per kelas,” tuturnya.
 
Kemudian apabila orangtua tidak setuju PTM, maka tetap menggunakan sistem blended learning atau kombinasi daring dan luring. “Kalau situasi sudah benar-benar aman, baru kita kembali belajar luring penuh. Jadi sambil melihat situasi dan perkembangan,” sebutnya.
 
Muhaimin menambahkan dari sisi sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan. Namun dia mengimbau agar orangtua juga harus memastikan kesiapan siswa. “Orangtua juga mesti menyiapkan keperluan anak-anak dari rumah,” pungkasnya. (gel)