TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi mengatakan, dalam dua bulan belakang, kasus Covid-19 di Bumi Batiwakkal mengalami penurunan signifikan. Meskipun begitu, masyarakat diminta tetap patuhi prokes.

Dalam update hingga 3 Juni, warga yang masih terkonfirmasi aktif sebanyak 71 kasus, sedangkan angka kematian sebanyak 102 kasus. Untuk kasus sembuh mencapai 4.439 pasien. Jumlah ini diakui Iswahyudi terus mengalami penurunan.

“Yang terkonfirmasi hari ini (kemarin) hanya satu orang,” katanya.

Untuk kasus transmisi lokal masih menjadi momok menakutkan bagi Berau, pasalnya penularan terbanyak berasal dari dalam lingkup keluarga. Hal ini dikarenakan, dalam lingkup keluarga biasanya unsur prokes tidak ketat. “Iya kan jika berkumpul bersama keluarga biasa tidak menggunakan masker, makan bersama, nonton tv bersama, makanya penularannya cepat,” jelasnya.

Diakui Iswahyudi, dengan adanya tim Satgas yang kerap melakukan sidak di THM dan kafe berperan penting menekan laju penularan Covid-19. Terlebih, tim Satgas juga melakukan rapid antigen acak terhadap pengunjung dan pekerja kafe. “Peran Satgas Kecamatan dan Kelurahan memang sangat aktif dan memberikan pengaruh yang cukup lumayan besar,” tegasnya.

Iswahyudi menjelaskan,  Bupati juga mendorong penyediaan adanya alat pendeteksi virus berupa GeNose di Berau meski semua penggunaannya tidak keseluruhan dibiayai oleh Pemkab.  “Meski penggunaan GeNose itu sasarannya pengguna pribadi, tapi upaya pengadaan alat oleh Bupati sangat membantu untuk penanganan Covid-19,” tegasnya.

Melihat angka kasus yang turun signifikan, pihaknya juga memiliki target untuk setidaknya menjadikan wilayah Kecamatan Tanjung Redeb minimal zona kuning. Lantaran akan sangat sulit untuk menjadikan kasus positif 0 kasus.  “Karena Tanjung Redeb kan daerah para pekerja dan wisata juga, minimal bisa diturunkan ke zona kuning,” ujarnya.

Begitu juga di 3 Kecamatan Terdekat, yakni Gunung Tabur, Sambaliung, Teluk Bayur berstatus zona kuning.  Untuk mencapai target tersebut, salah satu kegiatan tes rapid antigen acak menjadi upaya pemkab saat ini. Apalagi, pelaksanaan dilakukan setelah hari raya besar umat muslim kemarin. (hmd/ind)