Pemerintah menargetkan jarak tempuh dari Balikpapan menuju kawasan inti pusat pemerintahan IKN minimal 30 menit. Beragam skema disiapkan.

 

BALIKPAPAN-Jalan Mulawarman di Balikpapan Timur diusulkan berubah status menjadi jalan nasional. Pasalnya, ruas jalan tersebut menjadi akses satu-satunya yang akan menghubungkan Balikpapan menuju calon ibu kota negara (IKN) baru melalui Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

Nantinya, direncanakan akan dibangun jalan alternatif yang menghubungkan Bandara SAMS Sepinggan dengan Gerbang Tol Manggar. Selain itu, Jalan Marsma R Iswahyudi di Balikpapan Selatan yang merupakan jalan arteri menuju Bandara SAMS Sepinggan, juga diusulkan berubah status menjadi jalan nasional. Sebab jalan ini juga terintegrasi dengan Jalan Mulawarman.

Upaya peralihan status dari jalan provinsi ke jalan nasional tengah diusahakan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim. “Kalau sudah berubah begitu, tentu akan ada penyesuaian. Saat ini, yang sudah dilakukan adalah overlay (lapis perkerasan tambahan). Dari bandara sampai exit toll (Tol Balsam) itu, kondisi jalan sudah dibuat mulus,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Andi Yusri Ramli kepada Kaltim Post, (31/5).

Nantinya, sambung dia, setelah menjadi jalan nasional, jalan tersebut akan dilebarkan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim. Di mana saat ini, panjang jalan tersebut sekira 9 kilometer dengan lebar 9 meter. “Karena itu, satu-satunya akses ke (Balikpapan) timur. Kalau mau membangun underpass, saya juga belum tahu seperti apa ke depannya. Karena itu memang perlu perencanaan yang matang,” imbuhnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Balikpapan, Agus Budi Prasetyo menambahkan, pihaknya juga telah mengusulkan dibangun jalan alternatif di atas Jalan Mulawarman menuju Tol Balsam. Jalan alternatif diperlukan untuk mencegah kemacetan saat Seksi 5 Tol Balsam di Gerbang Tol Manggar beroperasi. Jalan tersebut, menjadi akses satu-satunya yang menghubungkan ke Balikpapan Timur.

“Jangan sampai keluar dari Gerbang Tol Manggar menjadi crowded. Makanya, kami usulkan untuk dibangun elevated road (jalan layang), dengan kapasitas yang lebih bagus,” katanya. Jalan alternatif untuk menghubungkan Bandara SAMS Sepinggan dengan Tol Balsam kini tengah dikaji Kementerian PUPR. Ada tiga alternatif jalan yang dipertimbangkan untuk menghubungkan Bandara SAMS Sepinggan dengan titik nol IKN di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) via Gerbang Tol Manggar.

Jalan alternatif dibutuhkan untuk memudahkan akses dari Balikpapan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dalam waktu 30 menit. Alternatif pertama, menggunakan trase ruas jalan provinsi sepanjang 7,4 kilometer dengan jenis konstruksi elevated 2 lajur. Dibangun overpass atau jalan layang langsung pada median jalannya dan berada di atas Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur.

Kondisi saat ini, jalan yang biasa digunakan dari Bandara SAMS Sepinggan menuju Km 0 Tol Balsam di Gerbang Tol Manggar, lalu lintasnya cukup padat. “Belum bisa jadi jalur cepat. Nanti terjadi bottle neck di sana. Apalagi dari panjang 7,6 kilometer itu, ada sekitar 4 kilometer yang masih two line. Belum 4 lajur. Baru 2 lajur 1 jalur. Memang yang 3,6 kilometer sudah 2 jalur,” kata Kepala BBPJN Kaltim Junaidi dalam dalam rapat virtual beberapa waktu lalu.

Alternatif kedua, tol laut sepanjang 8,1 kilometer dengan konstruksi coastway atau jalan lingkar pantai dengan 4 lajur. Alternatif ketiga, jalan pintas ke Tol Balsam sepanjang 7,95 kilometer dengan jenis konstruksi at grade 2 lajur. “Memang bisa lebih pendek jika melalui jalur alternatif ketiga. Tetapi kendalanya akan banyak. Karena di jalur itu ada perumahan masyarakat dan perkantoran. Sehingga akan sangat padat,” ungkapnya.

Junaidi mengatakan, pihaknya sudah mengambil foto udara menggunakan drone terhadap jalan tol alternatif dari Bandara SAMS Sepinggan menuju Gerbang Tol Manggar. Dari ketiga alternatif tersebut, yang memiliki tantangan pembangunan yang paling berat adalah alternatif ketiga. “Yang paling mungkin alternatif satu atau alternatif dua. Melalui median jalan provinsi atau melalui jalur laut. Jadi langsung masuk Km 0 Tol Balsam. Lurus ke atas, shortcut ke IKN,” ujarnya.

Dari alternatif tol yang sudah dikaji tersebut, pihaknya juga telah memprediksikan panjang jalan menuju calon IKN baru. Jika dihitung dari Km 0 ke Tol Balsam di Gerbang Tol Manggar, Balikpapan Timur menuju KIPP IKN di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, PPU. Pada alternatif pertama, menggunakan trase ruas jalan provinsi dengan panjang 46,29 kilometer.

Alternatif kedua, tol laut melintasi Teluk Balikpapan sepanjang 46,99 kilometer. Alternatif ketiga, jalan pintas melalui Tol Balsam sepanjang 43,1 kilometer. “Inilah salah satu rekomendasi, kalau kita mau mencapai KPI atau waktu tempuh minimal 30 menit untuk sampai ke calon IKN. Kalau lewat jalur Samboja tidak mungkin. Karena panjangnya 76 km,” tandasnya. (kip/riz)