PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Perguruan tinggi di wilayah Indonesia timur bersiap menyambut pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim. Terutama perguruan tinggi di Balikpapan. Seperti Universitas Balikpapan (Uniba) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Rektor ITS Prof Mochamad Ashari menuturkan, pada 2024 nanti, perguruan tinggi di wilayah Indonesia timur akan menjadi rujukan. Sehingga kampus harus berbenah. ITS sudah melakukan beberapa persiapan. Selain membuat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), juga menciptakan innovation centeratau techno park. Ada empat klaster techno park yang dikembangkan oleh kampus berbasis teknologi ini.

Yakni techno park klaster otomotif yang telah menelurkan sepeda motor listrik, Gesit. Riset terhadap mobil listrik dilakukan sejak 1989. Klaster lainnya ICT Robotic yang telah melahirkan robot Raisa. Lalu techno parkklaster creative design yang mendesain LRT di Lampung, Jakarta, hingga kereta cepat Surabaya-Jakarta dan Jakarta-Bandung bekerja sama dengan INKA. Klaster terakhir, maritim dan perkapalan.

 “Jadi empat klaster techno park ITS ini mulai tahun 2019, sudah resmi struktural,” katanyadalam penandatanganan kerjasama secara virtual yang dirangkai dengantalk show “Peran Pendidikan Tinggi dalam Membangun dan Mengawal IKN Baru”, Jumat (28/5). Dia menyebut, techno parkyang dikembangkan ITS sudah banyak membantu pemerintah. Salah satunya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk penyediaan i-Boat atau intelligent boat. Inovasi ITS ini berupa kapal tanpa awak yang mampu mengirim logistik dalam kondisi badai sekalipun. Lalu ada I-Car, mobil tanpa awak untuk operasional di dalam kampus. Serta robot Raisa, yang selama pandemi Covid-19 digunakan di tujuh provinsi dan 17 rumah sakit.

Robot ini mengantarkan obat, baju, makanan ke ruang ICU pasien Covid-19. Sehingga penularan virus terhadap tenaga kesehatan berkurang. “Artinya teknologi ini sudah kami kuasai. Dan kalau ingin digunakan di ibu kota negara, kami sangat welcome. Karena di dunia pendidikan, kami tetap bertanggung jawab untuk mengikuti arah perkembangan teknologi. Dan siap untuk berkontribusi mengawal dan membangun IKN,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Rektor ITK Prof Budi Santosa menuturkan, pemindahan IKN ke Kaltim akan berdampak pada perubahan pola pikir secara psikologis masyarakat. Khususnya Kaltim. Alasannya, Pulau Jawa tidak lagi mendominasi, di mana IKN baru berada di Kalimantan. “Memberikan rasa bangga dan semangat, serta gairah untuk maju,” katanya. Selain itu, akan memengaruhi perubahan kultur dalam bekerja. Karena di IKN baru nanti, akan menjadi tempat bertemunya negara-negara dunia. Sehingga, semuanya akan didesain serba-cepat dengan teknologi yang maju dan pintar.