SAMBALIUNG – Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan menyebut masih waspada akan naiknya ketinggian banjir di kampungnya. Hal ini seiring dengan cukup tingginya intensitas hujan.

Diketahui, sejak sepekan terakhir, beberapa kampung di wilayah Kecamatan Sambaliung hingga Segah terdampak banjir. Menyebabkan ratusan rumah warga terendam.

Menurut Ahmad Jamlan, ketinggian air hingga saat ini tidak menentu. Bahkan cenderung belum turun karena sering terjadi hujan di kampungnya. “Saat ini kondisi Tumbit Dayak sebenarnya masih aman. Saat pagi, air biasanya naik, ketika sore itu bisa turun kembali,” jelasnya.

Meski begitu, dia dan warganya selalu waspada apabila debit air meningkat. Apalagi, masih ada beberapa titik di kampungnya yang masih tergenang. “Kondisi akses jalan ada yang sudah bisa dilalui dan ada juga yang belum bisa dilalui dengan jalan kaki,” ujarnya.

Lanjut dia, jika wilayah di Kecamatan Kelay terjadi banjir, tidak menutup kemungkinan, wilayahnya yang berada di dataran rendah akan terancam. “Namun, ini kabarnya dari teman saya yang berada di sana (Kelay, Red), kondisi air sudah turun. Jadi, masih dalam kondisi aman. Semoga saja tidak naik lagi,” harap Ahmad.

Selama diterjang banjir, warga Kampung Tumbit Dayak, ucap dia, tidak ada yang mengungsi dan lebih memilih bertahan di rumah masing-masing. Meski pihaknya sempat menyiapkan posko pengungsian. (*/ssn/arp/ind/k16)