PROKAL.CO,

Dari sisi transportasi udara, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menerangkan, sistem transportasi udara IKN baru menerapkan multiple airport system atau menghubungkan dua bandara besar di Kaltim. Yaitu Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto di Samarinda. Jika ditarik garis lurus, jarak kedua bandara ini sekira 100 kilometer. Selain itu, akan dibangun satu bandara baru yang akan melayani penumpang VIP dan VVIP di calon IKN baru.

“Kalau kita melihat pasarnya dari tahun ke tahun, apalagi nanti di situ akan dibuat IKN, diperkirakan growth dari penduduk akan bertambah, maka catchment area (daerah tangkapan) dari dua bandara ini akan sangat strategis. Di mana APT Pranoto dan Balikpapan akan melayani masyarakat. Baik itu domestik maupun internasional,” katanya. Karena itu, pengembangan Bandara SAMS Sepinggan mutlak dilakukan. Dari perencanaan yang disusun, landasan pacu atau runway Bandara SAMS Sepinggan, akan diperpanjang hingga 3.250 meter x 45 meter. Kapasitas apron atau tempat parkir pesawat juga dikembangkan menjadi 201.763 meter persegi. Termasuk penambahan enam exit taxiway, satu parallel taxiway, dan dua rapid exit taxiway.

Sementara terminal penumpang akan dikembangkan menjadi 200 ribu meter persegi dan terminal kargo menjadi 18 ribu meter persegi. “Kami akan kembangkan ke sana. Tidak hanya air side, tapi juga land side. Di samping itu, kami juga akan membuat proteksi terhadap penggunaan drone,” jelasnya. Serupa, Bandara APT Pranoto juga akan dilakukan pembangunan fasilitas sisi udara. Seperti perpanjangan runway 3.000 meter x 45 meter. Apron akan dikembangkan menjadi 124.455 meter persegi. Termasuk penambahan taxiway dan paralel taxiway. Terminal penumpang juga akan dikembangkan menjadi 71.971 meter persegi. (selengkapnya lihat grafis).

Sementara Bandara VVIP yang akan dibangun di kawasan IKN hanya digunakan untuk melayani kepala negara beserta tamu negara. Tidak diperuntukkan untuk melayani penerbangan regular. Dimensi landasan pacu bandara VVIP ini yakni 3.000x45 meter. Dia melanjutkan, bandara VVIP akan didesain secara fungsional. Artinya akan dikelola secara bersama-sama Bandara SAMS Sepinggan dan APT Pranoto. “BPN (Bandara SAMS Sepinggan) akan kami fungsikan sebagai bandara internasional, APT Pranoto akan kami fungsikan untuk domestik, dan bandara IKN ini akan kami desain khusus melayani VIP,” ucapnya.

Mengenai lokasi, dia menyampaikan kepada Bappenas, agar mohon bisa diantisipasi terhadap KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan). Rencana detail tata ruang (RDTR) di sekitar bandara VVIP akan menentukan rupa bandara VVIP kelak. “Dan ini akan berpengaruh terhadap ketinggian bangunan maupun dampak dari penggunaan pesawat. Di mana akan terjadi kebisingan yang nanti menjadi pertimbangan terhadap kenyamanan terhadap kantor atau tempat bisnis yang akan dikembangkan di IKN tersebut,” pesan dia.