KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan alternatif jalan tol yang akan menghubungkan Bandara SAMS Sepinggan, Tol Balikpapan-Samarinda via Gerbang Tol Manggar, dengan Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) sebagai kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP). Rute ini ditargetkan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit.

Ada tiga alternatif jalan bebas hambatan yang saat ini tengah dikaji Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Alternatif pertama, menggunakan trase ruas jalan provinsi sepanjang 7,4 kilometer dengan jenis konstruksi elevated dua lajur. Dibangun overpassatau jalan layang langsung pada median jalannya dan berada di atas Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur. Kondisi saat ini, jalan yang biasa digunakan dari Bandara SAMS Sepinggan menuju Km 0 Tol Balsam di Gerbang Tol Manggar, lalu lintasnya cukup padat. Sebab, jalan provinsi yang notabene masih diperlukan masyarakat.

“Belum bisa jadi jalur cepat. Nanti terjadi bottle neckdi sana. Apalagi dari panjang 7,6 kilometer itu, ada sekitar empat kilometer yang masih two line. Belum empat lajur. Baru dua lajur satu jalur. Memang yang 3,6 kilometer sudah dua jalur,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Junaidi dalam dalam rapat Penyiapan Dukungan Konektivitas IKN, belum lama ini. Alternatif kedua, membangun jalan tol menggunakan trase tol laut sepanjang 8,1 kilometer dengan konstruksi jalan lingkar pantai dan terdiri empat lajur.

Alternatif ketiga, menggunakan jalan pintas ke Tol Balsam sepanjang 7,95 kilometer dengan jenis konstruksi at gradedua lajur. “Memang bisa lebih pendek jika melalui jalur alternatif ketiga. Tetapi kendalanya akan banyak. Karena di jalur itu ada perumahan masyarakat dan perkantoran, sehingga akan sangat padat,” ungkapnya. Junaidi menyebut, pihaknya sudah mengambil foto udara menggunakan drone, terhadap jalan tol alternatif dari Bandara SAMS Sepinggan menuju Gerbang Tol Manggar. Dari ketiga alternatif tersebut, yang memiliki tantangan pembangunan yang paling berat adalah alternatif ketiga.

“Yang paling mungkin alternatif satu atau alternatif dua. Melalui median jalan provinsi atau melalui jalur laut. Jadi, langsung masuk Km 0 Tol Baslam. Lurus ke atas, shortcut ke IKN,” ujarnya. Dari alternatif tol yang sudah dikaji tersebut, pihaknya telah memprediksikan panjang jalan menuju calon IKN baru. Jika dihitung dari Km 0 ke Tol Balsam di Gerbang Tol Manggar, Balikpapan Timur, langsung ke KIPP IKN di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku. Pada alternatif pertama, menggunakan trase ruas jalan provinsi dengan panjang 46,29 kilometer.

Lalu alternatif kedua adalah menggunakan trase tol laut melintasi Teluk Balikpapan sepanjang 46,99 kilometer. Dan alternatif ketiga, menggunakan trase shortcutatau jalan pintas melalui Tol Balsam sepanjang 43,1 kilometer. “Inilah salah satu rekomendasi, kalau kita mau mencapai KPI atau waktu tempuh minimal 30 menit untuk sampai ke calon IKN. Kalau lewat jalur Samboja tidak mungkin karena panjangnya 76 kilometer,” tuturnya.

Direktur Transportasi Bappenas Ikhwan Hakim menambahkan, ketiga alternatif jalan tol yang dikaji Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR itu merupakan pra-feasibility study(FS) atau kajian awal studi kelayakan, sehingga perlu ditindaklanjuti lagi melalui penyusunan FS. Dengan demikian, bisa dikomunikasikan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang juga tengah mengembangkan rencana induk transportasi perkotaan pada daerah penyangga IKN. “Kalau bisa kajian ini dipadu saja. Karena mungkin ada trase kereta cepat, atau kereta api yang menghubungkan bandara di Balikpapan ke IKN. Bisa langsung melalui trase yang sama, sehingga desainnya bisa satu,” pesan dia. (kip/riz/k16)