PARIS – Berusia 33 tahun dan enam tahun terakhir tidak pernah masuk timnas Prancis sudah cukup jadi alasan Karim Benzema untuk melupakan karier internasionalnya. Apalagi, Benzema meninggalkan aib saat tersisih dari skuad Les Bleus jelang menghadapi Euro 2016.

Skandal transkrip pemerasan atas video seks yang diungkap oleh rekannya di timnas, Mathieu Valbuena, membuat entraineur Les Bleus Didier Deschamps geram. Bahkan, Deschamps sempat mengatakan tidak akan lagi memanggil Benzema selama menangani timnas juara Piala Dunia 2018 tersebut.

Namun, menghadapi Euro 2020 musim panas nanti, Deschamps menjilat ludah sendiri. Didi –sapaan akrab Deschamps– memasukkan Benzema dalam daftar 26 pemain untuk ajang yang dihelat pada 12 Juni sampai 12 Juli mendatang itu. Kali terakhir Benzema berkostum Les Bleus adalah saat menghadapi Armenia dalam uji coba pada 9 Oktober 2015. Kala itu, Prancis menang 4-0 dengan bomber Real Madrid tersebut mencetak brace plus satu assist.

Lalu, apa alasan Deschamps memberi Benzema kesempatan lagi? ”Saya tidak bisa (terus) berada dalam situasi sulit dengan seorang pemain. Timnas Prancis bukan milik saya,” ucap Deschamps kepada TF1.

Deschamps meyakini, Les Bleus bersama Benzema bakal lebih baik. Bukan hanya produktivitas Benzema bersama Real yang konsisten selama tiga musim terakhir atau sejak Los Merengues ditinggal Cristiano Ronaldo. Melainkan karena Deschamps butuh pemain nomor 9 yang tajam. Di Piala Dunia 2018, Les Bleus diolok-olok karena masih mengandalkan Olivier Giroud yang scoreless, bahkan tidak sekali pun mencatat tembakan ke arah gawang.

Yang menarik, kembalinya Benzema dan Giroud tetap berada di skuad Les Blues berarti membuka rivalitas F1 dan gokar. Benzema pernah menyebut dirinya selayaknya mobil F1 dan bukan perbandingan dengan Ollie –sapaan akrab Giroud– yang dianggapnya seperti gokar.

Terkait hal itu, Deschamp tidak memberikan perincian apa yang akan dilakukannya untuk mendamaikan Benzema dan Giroud. ”Akan selalu ada persaingan (antara Benzema dan Giroud, Red), tapi (lini serang, Red) timnas Prancis sekarang lebih baik karena kami punya banyak pilihan,” beber Deschamps.

Ditambah Benzema, total ada delapan penyerang di skuad Les Bleus saat ini. Deschamps pun bisa leluasa memainkan sejumlah skema main seperti 4-3-3, 4-2-3-1, maupun 4-4-2.

Begitu banyaknya opsi di lini serang, penyerang Manchester United Anthony Martial jadi korban kehadiran Benzema. Deschamps beralasan, Martial tidak dipanggil karena tidak dalam kondisi terbaik. Striker 25 tahun itu mengalami cedera putus ligamen lutut ketika membela Les Bleus dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Kazakhstan (28/3) dan tidak pernah lagi kembali ke lapangan sejak saat itu.

Hanya, menyimak pengakuan tactician United Ole Gunnar Solskjaer dua pekan lalu, Martial mungkin bisa fit untuk final Liga Europa melawan Villarreal CF (27/5). ”Anthony (Martial) sudah kembali joging,” kata Solskjaer di laman resmi klub. (io/c17/dns)