Tantangan besar dihadapi tim kriket Kaltim dalam mewujudkan target meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua, Oktober mendatang. Jelang pelaksanaan multiajang nasional empat tahunan tersebut, mereka belum bisa berlatih maksimal imbas minimnya pilihan tempat latihan representatif.

 

SALAH SATUvenue yang kerap menjadi lokasi berlatih mereka yakni lapangan di kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda. Namun, hingga kini mereka belum lagi bisa menggunakan fasilitas tersebut.

Memang, stadion milik Pemprov Kaltim tersebut sempat dibuka beberapa waktu lalu. Namun, jenis fasilitas yang bisa digunakan di dalamnya sangat terbatas. Hanya jogging track dan lintasan atletik.

Sementara itu, untuk lapangan kriket hingga kini belum mendapatkan lampu hijau. Padahal, PON Papua sudah di depan mata. Dengan target emas, sudah seharusnya kriket mendapatkan fasilitas yang diperlukan.

Untuk itu, pelatih kriket Kaltim Bernard Elly berharap, timnya segera mendapatkan fasilitas latihan tersebut sesegera mungkin. “Kami sangat memerlukan latihan di venue yang sudah seharusnya. Kami berharap dalam waktu dekat ini bisa menggunakan venue di Stadion Sempaja,” ucap pelatih asal Kupang, NTT tersebut.

Bernard masih optimistis jika fasilitas latihan segera dipenuhi, target emas masih bisa dikejar. Namun, jika tak kunjung bisa berlatih di Stadion Sempaja, bisa saja situasi tersebut mengancam target yang sudah direncanakan.

Terlebih, dari hasil kejuaraan Kartini Cup baru-baru ini di Bali, prestasi kriket masih di zona empat besar. Jika tak segera berbenah, bukan tidak mungkin target emas tersebut hanya akan jadi angan belaka.

“Sejauh ini kami masih yakin dengan target emas itu, tapi semua itu perlu mendapat dukungan dari semua pihak. PCI Kaltim, KONI Kaltim dan pihak pengelola Stadion Sempaja harus memberikan rekomendasi agar kami bisa berlatih di venue kami,” papar dia. (don/ndy/k8)