PROKAL.CO,

PENAJAM -Pembangunan akses jalan sisi darat Jembatan Pulau Balang menyisakan masalah. Ganti rugi tanam tumbuh untuk akses yang menghubungkan Penajam Paser Utara (PPU) ke Balikpapan itu belum dibayar, sejak 2015. Besarannya mencapai Rp 500 juta.

Sebelum dibangun jalan pendekat tersebut, pemerintah daerah telah melakukan penghitungan jumlah pohon tanam tumbuh masyarakat. Petugas telah mengidentifikasi dan menginventarisasi sebelum landclearing. Identifikasi dan inventarisasi dibuatkan berita acara yang ditandatangani masing-masing petugas lapangan dari dinas terkait.

Perhitungan ganti rugi tanam tumbuh untuk masyarakat tersebut sesuai standarisasi Harga Ganti Rugi Tanam Tumbuh berdasarkan Surat Keputusan Bupati PPU Nomor 520/162/2015 tentang Standarisasi Harga Ganti Rugi Tanam Tumbuh di Wilayah PPU 2015. Terdiri dari Bidang Kehutanan, Bidang Perkebunan, dan Bidang Pertanian.

“Namun, sampai saat ini tidak ada kejelasan pembayaran ganti rugi yang sudah ditunggu oleh masyarakat,” kata Andi Syarifuddin yang ditunjuk warga untuk mengurusi belum terbayarnya ganti rugi tersebut.

Andi Syarifuddin juga merupakan direktur PT Handaitolan Babussalam Hartisyarifuddin (HBH) yang mendapatkan pekerjaan subkontraktor pada proyek akses jalan. Sejauh ini, pemerintah telah membayar ganti rugi lahan. Namun, untuk tanam tumbuh hingga hampir sewindu ini belum dibayar.

“Masyarakat pemilik lahan yang menemui saya, mengancam melaporkan masalah ini ke pihak berwajib, terlebih ganti rugi tanam tumbuh tidak dibayar,” ujarnya.