Berkuda mungkin bukan olahraga populer di Kaltim. Kalah tenar dengan cabang olahraga lain semacam sepak bola atau bulu tangkis. Selain peminatnya tak banyak, biayanya juga cukup mahal. Namun belakangan mulai digandrungi di Balikpapan.

 

OKTAVIA MEGARIA, Balikpapan

 

SEJUMLAH orang yang gandrung dengan berkuda mulai mendalami cabang olahraga ini. Bahkan, mereka menyediakan fasilitas sendiri demi bisa berlatih setiap saat. Seperti Jose Junior Hormigas yang mendirikan Backwood Horse Riding. Sekaligus jadi sekolah berkuda pertama di Kota Minyak.

Lokasinya di Jalan Letkol Pol HM Asnawi Arbain, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. Berdampingan dengan lokasi untuk berlatih panahan. Backwood Horse Riding menjadi tempat latihan berkuda pertama bagi warga kota.

Kawasan stable kuda tersebut sejak 2017 silam. Namun, hanya dimanfaatkan oleh sang pemilik, Jose Junior Hormigas dan beberapa anggota. Barulah pada Februari 2020, kawasan itu dibuka untuk umum.

Saat ini ada 15 kuda di tempat latihan tersebut. Baik kuda yang dipakai latihan, kuda titipan untuk dirawat, maupun kuda yang masih dalam masa perawatan. Tujuh di antaranya yang dipakai untuk berlatih. Dengan usia peserta latihan mulai 7 tahun sampai usia 50-an.

Animo masyarakat mulai tampak saat masa pandemi Covid-19, tepatnya sekitar Juni 2020. Hal itu disampaikan oleh Kepala Coach Georizky Resani. Dia menyebut, mulai banyak masyarakat yang tertarik berlatih, atau sekadar mencoba menunggangi kuda. “Peserta kami mulai banyak. Kalau dulu hanya berkisar 5–10 orang. Yang mana juga member lama. Sekarang belum didata ulang, tapi kemungkinan sekitar 50 orang,” jelasnya.

Hampir setahun dibuka untuk umum, Backwood Horse Riding baru mengirim satu atlet dalam kompetisi horseback archery. Olahraga yang memadukan keseimbangan berkuda dengan ketepatan dalam memanah.

Georizky yang dikirim untuk mengemban tugas tersebut. Bersama lima atlet Balikpapan lainnya, di Jakarta pada Februari lalu. Walau dirinya tidak membawa pulang piala, diakuinya hal itu menjadi pengalaman sendiri. Serta meningkatkan kepiawaiannya dalam berkuda.

Sementara itu, untuk berlatih di Backwood Horse Riding, pengunjung bisa memulai kelas dengan biaya Rp 150 ribu menggunakan kuda sedang. Dan Rp 200 ribu dengan kuda besar. Dengan durasi 45 menit.

Jika ingin mendalami lebih jauh, peserta bisa memilih latihan paket. Yakni lima kali pertemuan dalam waktu sebulan. Dengan harga Rp 650 ribu untuk kuda sedang, dan Rp 850 ribu untuk kuda besar.

Namun, jika pengunjung hanya ingin wisata menunggangi kuda, ada fun ride. Yakni berkuda dengan didampingi guide selama 8 menit, dengan merogoh kocek Rp 50 ribu saja.

Pria 22 tahun itu menambahkan, saat ini klub berkuda Backwood Horse Riding memang mulai mencari atlet-atlet untuk dibina. Khususnya untuk olahraga berkuda kategori show jumping. Sebab diakuinya olahraga itu masih sangat jarang di Balikpapan.

Ia membenarkan bahwa kuda ialah hewan yang peka. Sehingga, kemungkinan cedera jika si penunggang panik bisa saja terjadi. Atau jika kuda stres. Karena itu, pihaknya rutin melakukan pengecekan pada kuda-kuda di sana.

Ke depan, pihaknya terus melakukan pengembangan. Misalnya mampu mengirim atlet lebih banyak, jika ada ajang kompetisi yang digelar. “Tetapi karena olahraga ini terbilang baru di sini (Balikpapan), kami masih fokus ke pemula. Dasar-dasarnya dulu, seperti mulai keseimbangan dalam menunggang kuda,” pungkasnya. (rom/k8)