Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua kian dekat. Kurang dari lima bulan. Tiap-tiap daerah kontestan pun terus mematangkan persiapan.

 

KALTIMjadi salah satunya yang getol mempersiapkan diri. Berstatus sebagai langganan lima besar di PON, kontingen Ruhui Rahayu diharapkan bisa meneruskan tradisi tersebut.

Dalam waktu dekat, KONI Kaltim sebagai induk olahraga Bumi Etam akan menyelenggarakan pemusatan latihan daerah (puslatda). Agar pelaksanaannya maksimal, KONI Kaltim mulai meninjau lokasi yang akan menjadi pusat aktivitas latihan atlet.

Peninjauan venue latihan oleh KONI Kaltim pun berlangsung pada Selasa (4/5) sejak pagi hingga petang. Dipimpin langsung oleh Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya. Turut hadir dalam peninjauan tersebut, unsur wakil ketua, Rusdiansyah Aras, Muslimin, dan Husinsyah. Ada pula para ketua bidang (kabid), yakni Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Alfons Tekwan Lung dan Kabid Ketua Bidang Humas Zulkarnain.

Peninjauan diawali ke Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim di kawasan Stadion Utama Kaltim, Palaran, Samarinda. Setelah itu, perjalanan berlanjut dan berakhir di Asrama Atlit di Kompleks Stadion Madya Sempaja.

Kepada harian ini kemarin siang, Zulkarnain menjelaskan belum ada keputusan apapun terkait hasil peninjuan tersebut. Sebab, KONI Kaltim hanya melihat sarana dan prasarana yang akan digunakan saat puslatda nanti.

“Dari hasil pertemuan dengan Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kaltim dan perwakilan dari SKOI, dibahas beberapa hal, di antaranya kelengkapan di kamar dan tempat latihan. Dalam tinjauan tersebut, kami juga sempat melihat beberapa sarana latihan yang nantinya akan digunakan oleh atlet PON Kaltim,” ujar Zulkarnain.

Saat ditanyakan kapan puslatda akan dilaksanakan, Zulkarnain mengaku hal tersebut masih akan dirapatkan seluruh unsur ketua di KONI Kaltim. Namun melihat pelaksanaan PON yang kian dekat, kemungkinan puslatda “hanya” akan berjalan tiga bulan.

Jika benar demikian, pelaksanaannya akan lebih singkat dari puslatda yang pernah diselenggarakan KONI Kaltim selama ini. Sebelumnya, puslatda sudah dimulai paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PON.

“Yang jelas saat ini KONI Kaltim masih sebatas melakukan peninjauan tempat. Soal kapan puslatda dilaksanakan, semuanya tergantung keputusan unsur ketua dan juga anggaran yang diberikan ke KONI Kaltim,” tegas Zulkarnain. (upi/kpg/ndy/k8)