BONTANG – Seorang wartawan dituntut memiliki kompetensi dalam menjalani profesinya. Tujuannya untuk menjaga muruah pers mengacu regulasi yang diatur dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalis. Wartawan Kaltim Post Biro Bontang Adiel Kundhara memperoleh predikat peserta terbaik dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XIX, 27-28 Februari di Knowledge House, PT Badak LNG.

Kegiatan ini digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang. Semula, ia tidak menyangka menyabet apresiasi tersebut. Terkhusus di tingkat wartawan muda. “Awalnya berharap dinobatkan berkompeten saja. Tetapi, dengan proses yang berat ada penghargaan tambahan yang diperoleh,” kata Adiel.

10 mata uji dilalui dengan perasaan waswas. Mulai dari pemahaman regulasi terkait pers, penyusunan kerangka peliputan, menulis berita, hingga pengeditan mampu diselesaikan dengan nilai di atas ambang kompeten.

“Mepetnya durasi pengerjaan memang menjadi kendala. Tetapi, ini tantangan supaya ketika menjalani profesi tetap mengedepankan kecepatan, keakuratan, dan keberimbangan,” ujarnya.

Sementara, penguji dari PWI Pusat Nurcholis Basyari mengatakan ketika selesai UKW, wartawan diharapkan tetap menerapkan ilmu yang diperoleh. Mulai dari menjaga etika, penambahan wawasan, hingga keahlian dalam merangkai kata. Demi menghasilkan produk jurnalistik terbaik.

“Ini bukanlah akhir. Tetapi, awal dari perjalanan supaya dapat mempertanggungjawabkan statusnya sebagai wartawan berkompeten,” kata Nurcholis.

UKW PWI kali ini diikuti oleh 17 peserta. Rinciannya, 12 kategori muda dan lima madya. Hasilnya, 16 wartawan dinyatakan berkompeten. Hanya satu yang diputuskan penguji belum berkompeten.(*/ak/rdh/k15)