Tim panahan Kaltim berupaya mempersembahkan yang terbaik di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Selain terus mengasah kemampuan atletnya, kejelian dalam meracik komposisi tim juga jadi perhatian mereka.

DEMImembentuk tim dengan komposisi terbaik, tim panahan Kaltim menerapkan sistem promosi-degradasi (promdeg). Hal itu sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Pelatih panahan Kaltim Ali menuturkan, mereka baru mendegradasi satu pemanah di kelas standard bow. Untuk penggantinya, dicari melalui seleksi. Sudah digelar awal pekan lalu.

"Ada lima atlet yang diseleksi, tapi dua pemanah mengundurkan diri. Jadi, hanya tiga yang kami seleksi dan sudah ada hasilnya," ucap Ali. Namun, Ali belum bisa membeberkan atlet mana yang "naik kasta". Sebab, mereka mesti melaporkan hasil lebih dulu ke Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim.

Dijelaskan Ali, atlet yang lolos tak boleh bersantai. Sebab, performa mereka selalu dipantau. Jika mengalami penurunan bisa saja kembali terdegradasi. "Target kami di Papua nanti meraih dua emas. Kami harus mengirim atlet terbaik untuk merealisasikannya," tegas Ali.

Sayangnya, hingga waktu pelaksanaan PON pada akhir tahun nanti, belum terdengar ada event yang akan terselenggara. Situasi itu cukup membuat Ali pusing. Sebab, atletnya terancam kehilangan kesempatan memanaskan mesin lewat ajang sebelum PON.

"Masih pandemi, jadi belum ada event yang bisa diikuti. Namun, kami tetap berusaha mencarikan agenda untuk anak-anak agar mental dan motivasi mereka terjaga," pungkasnya. (abi/ndy/k16)