PROKAL.CO,

Setelah pemerintah mengumumkan pemindahan IKN ke Kaltim, muncul wacana agar lokasi semula jembatan tol Balikpapan-PPU dipindah.

         

KETINGGIAN ruang bebas atau clearancejembatan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) bakal berubah. Dari 50 meter menjadi 65 meter. Perubahan ini dari hasil kajian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan Muhammad Takwim Masuku.

Dia mengungkapkan, saat ini masih dilakukan revisi ketinggian ruang bebas di bawah jembatan tersebut. Setelah itu, disampaikan ke pemerintah pusat. Lanjut dia, sampai saat ini belum ada penetapan tinggi ruang bebas pada rencana pembangunan jembatan tol Balikpapan-PPU. Mengenai keputusan bernomor PR002/12/14PH/2015 tertanggal 31 Desember 2015, yang kala itu ditandatangani Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan, Takwin menyebut, substansinya menjawab surat yang disampaikan Pemkab PPU.

Sebagaimana diketahui, Pemkab PPU merupakan pemrakarsa pembangunan jembatan tol yang melintas Teluk Balikpapan ini. Proyek ini terdiri dari konsorsium PT Tol Teluk Balikpapan yang beranggotakan PT Waskita Toll Road (WTR), PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi (Perusda Pemprov Kaltim), Perusda Benuo Taka (Perusda PPU), dan Perusda Komaba Balikpapan. Kala itu disebutkan bahwa tinggi ruang bebas pada Jembatan Tol Balikpapan-PPU adalah 50 meter. Berdasarkan kajian yang telah disusun oleh pemrakarsa.

“Itu surat untuk menjawab surat pemerintah daerah. Sampai saat ini belum ada penetapan clearance,” ungkap Takwim saat memberikan keterangan perkembangan pembangunan jembatan tol pertama di Kalimantan pekan lalu. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit turut membenarkan. Dia mengatakan, PT Tol Teluk Balikpapan selaku pemrakarsa kembali melakukan kajian mengenai rencana pembangunan jembatan tol penghubung Balikpapan dengan PPU tersebut.