Tanaman menjadi unsur terpenting dalam membuat aquascape. Mungkin tak banyak yang tahu, nyatanya aquascape haruslah menggunakan jenis flora khusus.

 

SEPERTI diketahui, aquascape kini menjadi tren baru di kalangan masyarakat. Tak sedikit pula yang mulai melirik bidang ini, untuk menyulapnya sebagai peluang bisnis. Mulai merakit sendiri material alam di dalam akuarium.

Salah satu unsur penting dalam aquascape, yakni tanaman. Bukan tanaman biasa, jenis yang digunakan dalam membuat aquascape ialah beberapa tumbuhan khusus.

Rudi Cahyono, aquascaper asal Kota Minyak menyebut, dalam bidang ini, replika alam menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sehingga dalam mendesain, seseorang harus paham dulu terkait tanaman yang akan dipakai. Juga memadupadankan tumbuhan air dan fauna yang pas.

Ia menjelaskan, dalam aquascape ada tiga bagian. Ada bagian front ground, mid ground dan back ground. Untuk foreground atau bagian depan, biasanya menggunakan jenis tanaman karpet. Lalu mid ground atau bagian tengah, biasanya menggunakan tumbuhan berdaun lebar, misalnya amania bonsai. Sedangkan untuk back ground atau bagian belakang, menggunakan rotala atau limnophila.

Selain itu, lanjutnya, jika salah perawatan, tanaman akan sulit menyesuaikan. Minimal penyesuaian, yakni sekitar tiga bulan. “Biasanya kalau salah rawat, itu tumbuh alga, lumut atau keong hama,” ujarnya.

Jadi, Rudi berujar pentingnya memerhatikan derajat keasaman air, filtrasi dan durasi penggunaan lampu. Dengan begitu, tanaman tidak akan mudah rusak. Apabila ada trouble, maka bisa dibersihkan sendiri atau dikoordinasikan dengan pihak yang mengerti.

Sedangkan berbicara fauna, kata pria berusia 36 tahun ini tidak semua ikan bisa hidup di dalam aquascape. Sebab, ikan ialah unsur nomor dua, sehingga hanya mengikuti desain yang tersedia.

Umumnya, ikan guppy, ikan tetra dan corydoras. Sementara untuk ikan yang tidak cocok seperti ikan komet, karena justru akan merusak tanaman.

Terakhir, Rudi berkata untuk pemula dalam bidang aquascape, selain peralatan lengkap, pemahaman pun mesti ada. Khususnya dalam hal tanaman. Setidaknya, dengan bekal pengetahuan itu, akan meminimalkan kegagalan. (*/okt/ms/k15)