PROKAL.CO,

Meski berpasir putih, letaknya di perbukitan, bukan di pinggir laut. Di tempat ini, ada tanaman langka yang tak boleh dicabut. Disentuh pun tak boleh bahkan walau sangat lembut.

NOFIYATUL CHALIMAH, Kutai Barat

TEMPAT itu adalah Cagar Alam Padang Luway, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Di dalamnya, ada anggrek hitam yang merupakan flora khas Kaltim dan keberadaannya dilindungi. Dijelaskan Didi Mus, staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang menjaga kawasan ini, Cagar Alam Padang Luway atau yang dikenal dengan Kersik Luway telah dikukuhkan sebagai kawasan konservasi melalui SK Menteri Kehutanan seluas hampir 5 ribu hektare.

"Di sini salah satu habitat anggrek di Kalimantan Timur. Di cagar alam ini telah ditemukan 57 spesies anggrek alam dan jenis anggrek yang dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 yaitu anggrek hitam dan anggrek tebu," jelas Didi Mus. Cagar Alam Padang Luway berada di Kabupaten Kutai Barat. Secara administrasi terletak di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Sekolaq Darat di Desa Sekolaq Darat, Kecamatan Melak di Desa Empas, dan Kecamatan Damai di Desa Keay. Untuk menuju kawasan ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 350 kilometer dari Samarinda dengan waktu tempuh 6–8 jam.

Sementara jika melalui jalur sungai dapat ditempuh dalam waktu 17 jam.  Cagar alam ini memiliki dua habitat alami. Yaitu hutan dataran rendah dan hutan kerangas. Nah, hutan kerangas memiliki ciri khas berupa pasir atau kersik yang berwarna putih dan merupakan habitat penting bagi berbagai jenis anggrek terutama anggrek hitam. Karena itu, aneka macam anggrek bisa tumbuh di kawasan ini. "Untuk anggrek hitam, musim berbunga itu Januari Februari. Bulan September juga berbunga. Agustus kosong," kata Didi.

Anggrek hitam yang merupakan flora khas Kalimantan timur dengan nama daerah anggrek Kersik luwai. Berdasarkan PP 7/1999, anggrek hitam salah satu tanaman yang dilindungi di Indonesia karena terancam kepunahannya. Di habitat aslinya, kebakaran hutan merupakan ancaman terhadap keberadaannya. Apalagi Kaltim menjadi daerah yang rentan kebakaran hutan. Seperti akumulasi 2014–2019, hampir 1.000 hektare lahan di cagar alam itu terbakar dalam kurun waktu setengah dekade.