DUNIA fesyen seperti tak ada habisnya. Tiap hari selalu ada yang baru untuk bidang ini. Masyarakat pun mau tidak mau turut mengejar agar tak dilabeli kudet alias kurang update.

Salah satu brand lokal Balikpapan, yakni Samantha tak ingin tinggal diam. Meski berada di masa pandemi, brand yang berusia lima tahun itu terus berinovasi mengikuti tren yang ada.

Martha Nalurita, desainer sekaligus owner Samantha menuturkan, pandemi memang menghambat segala rencana matangnya. Namun, bukan berarti membatasi ide-idenya untuk tetap konsisten di dunia fesyen.

Terbukti dengan hadirnya Percik. Produk yang baru dia luncurkan Oktober lalu. Konsep Percik bergaya lebih santai dan simpel. Konsep itu menyadur dari pola hidup yang ada saat ini. Masyarakat lebih banyak berdiam di rumah. “Saya mewarnai sendiri. Jadi, kain putih yang sudah dijahit, diwarnai pakai pewarna shibori. Ada sekitar lima koleksi yang saya buat dan sudah ditampilkan,” ujar perempuan 38 tahun itu saat dijumpai harian ini kemarin (14/11).

Menurutnya, untuk menaikkan mood di dalam rumah, dress up bisa dijadikan salah satu upaya. Dengan berdandan dan menggunakan pakaian yang bagus. Dari pemikiran itu, muncul idenya untuk melahirkan Percik.

Nyatanya, gaya ini memang tengah tren di masa sekarang. Dengan pakaian yang biasanya dikenakan dalam rumah, kini dipercantik agar bisa dipakai kala hangout.

Walau belum banyak diproduksi, karya Atha, sapaan akrabnya, mendapat respons positif dari masyarakat. Khususnya para pegiat mode. Hal itu terlihat dari hasil launching Percik yang digelar Oktober lalu, di Plaza Balikpapan.

Kemungkinan dalam waktu dekat, ia ingin melahirkan koleksi terbaru lagi. Tepatnya pengujung tahun ini. (*/okt/dra/k16)