Peningkatan kualitas di tubuh Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kaltim terus dilakukan. Termasuk terus menambah jurusan pendidikan untuk calon mahasiswanya. Yakni, Jurusan Promosi Kesehatan. 

 

SAMARINDA–Jurusan ini dibentuk bersama dengan ditetapkan untuk disetujui pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan pada 24 Mei 2019. Pembukaan ini berdasarkan SK.MENRISTEKDIKTI Nomor 397/KPT/I/2019, tentang izin Pembukaan Prodi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Kaltim.

Dijelaskan Direktur Poltekkes Supriadi melalui Kajur Promkes Sri Hazanah Jurusan Promosi Kesehatan adalah jurusan yang mempelajari pendekatan pemecahan masalah kesehatan di masyarakat. Khususnya masalah perilaku kesehatan baik secara fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. “Prospek kerja utamanya di instansi-instansi kesehatan masing-masing daerah,” sebutnya.

Ini, kata dia, sesuai KEPEMENKES No.1114/MENKES/SK/II/2005 & No 585/MENKES/SK/V/2007. Bahwa setiap rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, dan Dinas Kesehatan harus ada ahli promotor dalam upaya peningkatan kesehatan baik secara individu dan kelompok masyarakat. Termasuk di lembaga-lembaga non-kesehatan seperti lembaga pendidikan, perusahaan baik negeri maupun swasta.

“Promosi kesehatan juga sudah memiliki Standar Profesi Tenaga Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Seperti di KEPEMENKES No. HK.01.07/MENKES/315/2020. Standar profesi kesehatan adalah batasan kemampuan minimal berupa pengetahuan, keterampilan dan perilaku profesional yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang tenaga promosi kesehatan,” lanjutnya.

Peran dan fungsi promotor di instansi atau lembaga-lembaga tersebut dapat menjadi pelopor, penggerak atau inisiator dalam menyebarkan atau mempublikasikan masalah-masalah kesehatan masyarakat seperti menggali, mengkaji, dan menyaring informasi kesehatan langsung dari masyarakat.

“Jurusan Promkes di Poltekkes Kemenkes Kaltim mempunyai visi menjadi program studi vokasi yang unggul dalam bidang Promkes di tempat kerja (occupation health) dan berdaya saing di tingkat Regional Kalimantan 2024,” akunya.

Artinya occupation health(OH) adalah kesehatan kerja terkait sehat fisik, mental, emosional, spiritual, dan sosial lebih menitikberatkan pada kesehatan kerja jangka panjang. OH ini mengidentifikasi bahaya yang berdampak langsung maupun tidak langsung. Seperti tingkat kebisingan, intensitas cahaya, polusi udara, dan gas berbahaya di tempat kerja.

“Pentingnya upaya Promosi Kesehatan di tepat kerja ini semakin dirasakan pada masa new normal akibat pandemi Covid-19. Para pekerja dituntut agar tetap sehat dan produktif dengan menjalankan protokol kesehatan yang ada,” urainya.

Untuk masa kuliah Program Studi D-4 Promkes berlangsung selama 4 tahun dengan gelar Sarjana Terapan Promkes (STr Kes) di bidang Promkes. Pendidikan ini memiliki kurikulum inti 80% dan kurikulum institusi sebesar 20% juga menghasilkan tenaga kesehatan vokasional yang memuat 40% teori dan 60% praktik.

Selain itu, lulusan Promkes memiliki payung lindung profesi yaitu: PPPKMI (Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat) yang berdiri pada 14 Februari 1988. Lulusan Prodi Promkes ditargetkan memiliki lima profil lulusan, yaitu sebagai administrator, educator, fasilitator, penggerak, dan advocator.

“Kelima profil lulusan ini diharapkan mampu membekali lulusan Prodi Promkes untuk menjadi promotor kesehatan yang unggul dan berdaya saing di dunia kerja, khususnya di bidang kesehatan,” tutupnya. (pms/luc/k8)